Veronica Koman. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Polisi kembali mengungkap satu tersangka baru dalam kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu yang lalu. Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan Rabu 4 September 2019, tersangka baru tersebut berinisial VK [Veronika Koman].

Informasi dihimpun Intainews.com, Kamis 5 September 2019, Veronika seorang warga negara Indonesia yang saat ini berada di luar negeri. “Ternyata dia sangat aktif membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri,” katanya di Lobby Gedung Tribrata Mapolda Jatim.

Irjen Pol Luki Hermawan menyebut Veronica Koman ditetapkan tersangka setelah Selasa malam penyidik melakukan gelar perkara. Dasar penetapan tersangka selain mendalami bukti di media sosial, juga ada 3 saksi dan 3 saksi ahli. Veronica Koman dijerat sejumlah pasal di 4 undang-undang, pertama UU ITE, UU 1 tahun 46, UU KUHP pasal 160, dan UU 40 tahun 2008.

Sementara terhadap Benny Wenda yang sudah menjadi Warga Negara Inggris, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kesulitan memproses hukum Benny Wenda. Disebabkan ia merupakan warga negara Inggris dan tempat kejadian perbuatan pidananya berada di London, Inggris, tempat ia bermukim saat ini.

Terkait tersangka Veronica Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia [Komnas HAM] Beka Ulung Hapsara menyebut polisi harus berhati-hati dalam melakukan proses hukum terhadap seseorang dalam sebuah peristiwa.

“Sepanjang yang saya tahu, apa yang dilakukan oleh Veronica Koman pada peristiwa Surabaya adalah bagian dari upaya memberikan informasi dari sudut pandang yang berbeda, karena faktanya memang ada ujaran rasisme,” ujar dia. *Inc-17