Dolly Pulungan & Pieko Nyotosetiadi. Foto Istimewa

Dolly butuh uang untuk penyelesaian masalah pribadinya. Dolly meminta Kertha menemui Pieko untuk permintaan uang sebagai fee…

Medan-Intainews.com:Direktur Utama [Dirut] PT Perkebunan Nusantara [PTPN] 3 [Persero] Dolly Pulungan, sempat menghilang setelah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK]. Akhirnya menyerahkan diri dan ditahan di Rumah Tahanan [Rutan] cabang KPK di Polres Jakarta Timur, Rabu 4 September 2019.

Informasi dihimpun Intainews.com, Kamis 5 September 2019, Dolly ditahan sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi gula di PTPN 3 tahun 2019. Begitu resmi ditahan, Dolly mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Keluar dari gedung Merah Putih KPK dengan tangan diborgol.

Dolly irit bicara kepada wartawan, hanya bersikap kooperatif dalam proses hukum yang dijalaninya. “Ya, kita patuh hukum. Kita patuh hukum,” ucapnya singkat. Selain Dolly, pemilik PT Fajar Mulia Trasindo Pieko Nyotosetiadi di hari yang sama ditangkap KPK di Bandara Cengkareng.

Menurut KPK, Dolly Pulungan dan Pieko bersama Direktur Pemasaran PTPN I Kadek Kertha Laksana diduga menerima hadiah atau janji terkait distribusi gula di PTPN 3 tahun 2019 dari Pieko, berupa uang.

Dolly dan Kadek disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pieko sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk Persoalan Pribadi, Dolly Butuh Uang

Dikatakan Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif, dalam proses pengurusan dan pembahasan distribusi gula PTPN 3 [Persero] untuk PT Fajar Mulia Transindo, sebelumnya ada pertemuan antara tersangka Pieko, tersangka Dolly, dan Ketua Umum Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia [APTRI] Arum Sabil di Hotel Shangrila, Jakarta pada 31 agustus 2019.

Di situ Dolly menyampaikan ke Pieko ada persoalan pribadi Dolly. Karenanya Dolly membutuhkan uang untuk penyelesaian masalah pribadinya. Penyelesaian itu akan dilakukan melalui Arum. Dolly meminta Kertha menemui Pieko untuk permintaan uang.

Seterusnya cerita terbaru penyerahan SGD345.000 dari Pieko melalui stafnya ke Kertha Senin 2 September 2019 sore. “Untuk ASB [Arum Sabil] nanti kita kembangkan dalam lanjutan penyidikan kasus ini,” ujar Syarif. *Inc-17

  • Bagikan berita ini