Gunungsitoli-Intainews.com:Tiga terdakwa kasus narkotika ST, DJ dan Kri mengaku tidak melihat saksi Aswan Harahap yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum [JPU] saat penangkapan mereka di tiga tempat berbeda 5 Februari 2019.

Terdakwa ST dan DJ juga membantah telah memberikan uang kepada terdakwa Kri untuk membeli narkotika jenis sabu dan akan menggunakan bersama sama di Hotel Malaga milik terdakwa ST.

Pengakuan tersebut disampaikan ketiga terdakwa usai mendengar pengakuan saksi Aswan Harahap personel Sat Res Narkoba Polres Nias pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Merry Donna Pasaribu, SH,MH di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Sumatera Utara, Rabu 14 Agustus 2019. Sebelumnya, di hadapan majelis Hakim saksi Aswan Harahap mengaku menangkap terdakwa Kri di halaman komplek perumahan karyawan Bank Sumut.

Dia juga memastikan melihat Kri sedang bertransaksi narkotika, dimana jarak saksi kurang lebih 20 meter dan situasi terang karena banyak lampu. Namun saksi Aswan tidak bisa menerangkan kepada Majelis Hakim dengan siapa Kri bertransaksi atau membeli narkotika sebelum ditangkap.

Dia bahkan memastikan jika terdakwa Kri sesuai info yang dia peroleh sebelum penangkapan bertransaksi dengan seseorang bernama Iwan, dan kini seseorang bernama Iwan tersebut telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang [DPO] oleh Poisi.

Mengenai pengakuan ketiga terdakwa terkait dirinya tidak ada saat penangkapan, saksi Aswan Harahap menerangkan jika saat penangkapan DJ di Wisma Soliga sekitar pukul 24.40 WIB, dirinya berada di halaman Wisma Soliga.

Saat penangkapan terdakwa Kri, saksi memastikan dirinya yang mengambil botol air mineral di tangan terdakwa Kri yang di dalamnya ada plastik klep transparan berisi butiran kristal.

Sedangkan saat penangkapan ST, saksi mengaku ikut mengejar saksi pada saat kabur ke dalam kamar mandi dan menduga terdakwa ST membuang sesuatu ke dalam saluran pembuangan kamar mandi karena ada suara percikan air yang ditumpahkan.

Kepada majelis Hakim, saksi mengakui jika penangkapan ST dan DJ karena pengakuan terdakwa Kri yang telah ditangkap terlebih dahulu sekitar pukul 20.30 WIB.
Penangkapan Berdasarkan Pengakuan

Kemudian berdasarkan pengakuan Kri di kantor Polisi, mereka dipimpin Kasat Narkoba melakukan penangkapan terhadap ST di Hotel Malaga sekitar pukul 23.30 WIB pada hari yang sama. Usai menangkap ST, mereka kemudian melanjutkan penangkapan terhadap DJ di Wisma Soliga sekitar pukul 24.40 wib dini hari.

Saksi juga mengakui jika penangkapan terhadap ST dan DJ berdasarkan pengakuan terdakwa Kri, dan saat penangkapan ST dan DJ tidak ditemukan bukti narkotika atau alat alat yang berkaitan dengan narkotika.

Usia mendengar keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim menutup sidang dan sidang akan dilanjutkan, Rabu 21 Agustus 2019 dengan agenda mendengar keterangan terdakwa.* Inc-12