Sidimpuan-Intainews.com:Kepala Desa (Kades) Sia, ditenggarai memfasilitasi upaya berdamai terhadap kasus pencabulan yang sekarang sedang diproses hukum di Polres Kota Padangsidimpuan. Hal itu dikatakan oleh pendiri Yayasan Burangir Timbul Simanungkalit [foto] kepada wartawan melalui selulernya, Jumat 9 Agustus 2019.

Timbul Simanungkalit mengaku, dirinya didatangi keluarga korban, MHN ke Kantor Yayasan Burangir dan menyebutkan mereka di jumpai beberapa orang untuk melakukan upaya mediasi.

“Saya merasa terkejut mendengar pengakuan keluarga korban saat mendatangi Kantor Yayasan Burangir. Di sini saya tegaskan meskipun nantinya mereka melakukan mediasi, kita akan mendesak pihak penegak hukum agar tetap melanjutkan proses hukum. Kasus seperti ini harus ada efek jera nya,” tegas Timbul.

Sebagai Pendiri Yayasan Burangir yang membidangi perlindungan anak dan perempuan, Timbul Simanungkalit menilai upaya mediasi yang diduga dilakukan oleh oknum Kades tersebut adalah keputusan yang salah dan tidak memikirkan efek sampingnya ke depan.

“Kita menyesalkan tindakan oknum Kades dan hatobangon yang diduga terkesan mengintimidasi korban untuk menyetujui perdamaian tersebut. Untuk kasus pencabulan anak, kita harap para pemangku adat harus bijak. Jangan semata-mata hanya memikirkan bagaimana melepaskan pelaku dari jeruji besi, tapi juga harus berempati terhadap korban yang mengalami trauma,” ujarnya

Terakhir menurut Timbul, kasus seperti ini kerap diselesaikan dengan cara menikahkan pelaku dengan sikorban yang menurutnya akan menimbulkan efek trauma berkepanjangan.

“Dikawinkan bukan jalan keluar yang tepat, itu malah menambah penderitaan si anak menjadi berkepanjangan,” tuturnya. Hingga kini oknum Kepala Desa tersebut belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan kasus pencabulan tersebut. *Inc-16