Medan-Intainews.com:Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan [Tabagsel], baru-baru ini melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu], Jalan AH Nasution, Medan [foto].

Dalam orasinya, massa meminta Kejatisu segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kadis Kominfo] Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Menurut mereka ada kejanggalan penggunaan dana tahun anggaran 2018 di dinas tersebut.

Informasi dihimpun Intainews.com, Selasa 23 Juli 2019. “Diskominfo Kota Padangsidimpuan pada tahun anggaran 2018 mengelola keuangan sebesar Rp 963.000.000 untuk pembiayaan sejumlah mata kegiatan di SKPD tersebut,” ungkap Wakil Sekretaris DPP LSM GEMrAK Daud Nasution, kepada wartawan melalui WhatsApp, Minggu 21 Juli 2019.

Dijelaskan Daud, dari total anggaran Rp 963.000.000, terdiri dari program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa sesuai kode rekening 2.10.2.10.01.15 dengan anggaran setelah perubahan Rp737.000.000.

Berikut program penyebarluasan informasi yang bersifat penyuluhan bagi masyarakat, kode rekening 2.10.2.10.01.18.03 anggaran setelah perubahan Rp 226.000.000, diduga terjadi korupsi.

“Kami menilai realisasi anggaran diduga tidak tepat sasaran dan hanya terkesan sebagai pemborosan keuangan negara disinyalir berpotensi terjadinya praktik KKN. Khususnya, pada lokasi kegiatan belanja barang/ jasa peserta dan pelaksana kegiatan,” urai Daud.

Menanggapi permintaan massa pengunjuk rasa, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sumanggar Siagian berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan. Pihaknya mengapresiasi massa Aliansi Masyarakat Tabagsel yang manyuarakan dugaan tindak pidana korupsi dari daerah Kota Padangsidimpuan.

“Informasi merupakan bukti awal. Kami berharap agar bukti pendukung segera diserahkan. Sejatinya, pihak kami selalu siap bersinergi serta membuka ruang koordinasi, sebagai upaya mempersempit ruang gerak para koruptor,” tegas Sumanaggar Siagian.

Kadis Kominfo Padangsidimpuan yang dikonfirmasi wartawan Senin 21 Juli 2019 pagi di kantornya terkait unjuk rasa di Kejatisu belum berhasil ditemui. “Beliau tidak berada di tempat dan sedang ada urusan di Medan,” ujar salah seorang staf. * Inc-16