Nunung kehilangan riangnya sesudah tertangkap nyabu. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Polisi masih terus melakukan pengembangan pada kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran. Dari pengakuan mereka sudah memakai sabu selama 20 tahun.

Informasi dihimpun Intainews.com, Senin 22 Juli 2019, pengedar narkoba bernama HM alias Hery, yang memasok sabu ke rumah Nunung menyebutkan. “Mereka tetanggaan, berdekatan rumah di kampungnya Solo, Jawa Tengah,” ungkap Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, kepada wartawan.

Namun, saat ditanya lebih jauh tentang apakah Hery yang menawarkan sabu terlebih dahulu kepada Nunung atau bahkan sebaliknya, Calvijn masih enggan menjelaskannya secara rinci. “Nanti yah, masih dilakukan pengembangan,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya masih terus melakukan pengembangan hingga ke luar kota terkait bandar narkoba berinisial E yang saat ini masih DPO. Dimana Hery mendapatkan barang haram itu dari E.Dalam pemeriksaan Nunung dan suaminya mengakui sudah memakai sabu sejak tahun 1996.

Nunung saat belum tertangkap memakai sabu. Foto Istimewa

Nunung dan suaminya ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat [19/7] siang. Dari keduanya polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

Selain pasangan suami istri itu, polisi juga menangkap Hery alias Tabu ditangkap polisi di kawasan Tebet Timur III, Jakarta Selatan seusai menyerahkan barang haram itu kepada suami Nunung.

Anak di-bullying di sekolah

Keluarga Nunung masih belum dibolehkan keluarga menjenguknya. “Masih menunggu proses dulu. Sesudah waktunya, akan diperbolehkan,” ujar petugas. Dan Nunung dan suami terancam 5 tahun penjara.

Kini Anak bungsu Nunung [56], terkena dampak ditangkapnya orang tuanya oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Adik bungsu Nunung, Wulantri [40], mengatakan anak Nunung mengalami bullying di sekolah.

“Saya dapat kabar dari Jakarta, kalau anak bungsunya Mbak Nunung yang masih duduk di kelas III SD di sekolah swasta di Jakarta menjadi korban bullying,” ujar Wulantri.

Tri Retno Prayudati, akrab disapa Nunung. Foto Istimewa

Akibat bullying itu, kata Wulantri, anak bungsu Nunung harus pulang sekolah lebih awal pada Sabtu pagi. Mendapatkan kabar tersebut keluarga dari Solo langsung terbang ke Jakarta untuk menjemput anak bungsu Nunung itu. “Kami memutuskan untuk memindahkan sekolah anak bungsu Mbak Nunung ke Solo. Ini demi kebaikan anak,” kata dia.

Keluarga berharap netizen tidak asal mencemooh Nunung. Musababnya, netizen yang mencibir tidak mengetahui akar permasalahan sebenarnya. Wulantri mewakili keluarga besar Nunung di Solo berharap musibah ini segera berakhir.

“Asal tahu saja, Mbak Nunung itu jadi tulang punggung kakak dan adiknya. Bahkan anak-anak dari kakak dan adiknya itu yang membiayai sekolah juga dia [Nunung]. Mereka semua tinggal di Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat,” kata dia.

Wulantri mengaku dua pekan sekali ditransfer uang oleh Nunung untuk biaya makan dengan nominal uang ratusan ribu Rupiah. Dari segi ekonomi, kata dia, Nunung cukup dan tidak punya utang.”Dia [Nunung] di Solo punya aset berupa tanah serta dua indekosan. Semua uang hasil usaha indekos tidak pernah diambil,” kata dia. *Inc-17