Nisel-Intainews.com:Ratusan warga Desa Bawolahusa, Kecamatan Mazino, Kabupaten Nias Selatan [Nisel], Sumatera Utara mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Jumat 19 Juli 2019 sekitar pukul 18.00 WIB [foto].

Kedatangan warga adalah untuk meminta agar penahanan Sekretaris desa [Sekdes] ST, Ketua badan permusyawaratan desa [BPD] SH dan salah seorang warga Bawolahusa RT ditangguhkan.

Dari Soni, salah seorang warga diketahui jika ketiga tersangka dilimpahkan penyidik Kepolisian Niasel ke Kejari Nisel terkait kasus pengancaman terhadap Kepala Desa Bawolahusa Sona Zamili.

Dalam aksi unjukrasa yang dipimpin Yosua Halawa, warga meminta Kajari Nias Selatan mengeluarkan dan menangguhkan penahanan Sekdes, Ketua BPD dan warga desa Bawolahusa.

Pengunjukrasa mengatakan jika Sekdes, Ketua B dan warga desa Bawolahusa yang tersandung kasus pengancaman tidak pernah mengancam kepala desa Bawolahusa Sona Zamili. Saat kejadian, ketiga tersangka datang ke rumah kepala desa untuk menanyakan pelaksanaan rapat di rumah kepala desa dan mengapa bukan di balai desa.

Kajari Nias Selatan Rindang Onesis SH sebelumnya menolak permintaan warga dan tetap melakukan penahanan para tersangka dengan alasan para tersangka harus menjalani proses hukum.

Namun setelah mendapat masukan dari Kapolres Nias Selatan, Kajari Nias Selatan menangguhkan penahanan ketiga tersangka dan warga yamg sempat bertahan akhirnya membubarkan diri pukul 22.40 WIB. *Inc-12