Nias-Intainews com:Puluhan masyarakat demo Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli [foto] supaya menetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan gedung sekolah luar biasa [SLB] tahun 2016 di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

Demo masyarakat yang mengatasnamakan diri LSM Penjara dilakukan di depan kantor Kejaksaan Negeri [Kejari] Gunungsitoli yang berada di Jalan Ir Soekarno, Kota Gunungsitoli, Rabu 17 Juli 2019. LSM Penjara juga mempertanyakan terkait kasus dugaan gratifikasi Bupati Nias Barat Faduhusi Daely yang telah dilaporkan ke Kejari Gunungsitoli sebelumnya.

Koordinator demo Chandra Arbi Bugis yang ditemui usai unjukrasa mengatakan jika tuntutan mereka wajib dituntaskan dan apabila tidak, mereka akan melakukan aksi kembali dengan jumlah lebih banyak. Dia juga mengapresiasi tindakan Kajari Gunungsitoli Futin Helena Laoli,SH yang menerima perwakilan pengunjukrasa di ruang kerjanya.

Menurut dia, di ruang kerjanya, Kajari Gunungsitoli berdalih jika hingga saat ini audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan [BPKP] terkait kasus pembangunan gedung SLB di Nias Barat tahun 2016 belum turun. Namun dia berjanji akan menuntaskan kasus tersebut, dan usai peringatan HUT Adhyaksa akan menjemput langsung audit BPKP.

“Kepada kami di ruang kerjanya, Kajari berjanji menjemput langsung hasil audit, tetapi dia minta waktu karena dalam minggu minggu ini sibuk mempersiapkan acara peringatan HUT Adhyaksa,” terangnya. Mengenai kasus gratifikasi Bupati Nias Barat, Chandra memberitahu jika Kajari Gunungsitoli berjanji akan mengusut hal tersebut.

Untuk diketahui, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Gunungsitoli Fatizaro Zai,SH sebelumnya telah mengungkapkan jika kasus korupsi pembangunan gedung SLB tahun 2016 di Nias Barat telah naik ke tahap penyidikan. Namun hasil audit BPKP RI terkait kasus tersebut belum turun, sehingga belum diketahui berapa kerugian negara yang dialami pada kasus pembangunan gedung SLB di Nias Barat berbiaya Rp 3,6 milliar tersebut.

Namun menurut dia, penyidik Kejari Gunungsitoli berani meningkatkan kasus tersebut karena sebagian besar gedung SLB di Nias Barat tidak dapat digunakan akibat miring.*Inc-12