Bahar bin Smith . Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis Bahar Smith 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Bahar dinyatakan bersalah telah melakukan penganiayaan terhadap dua remaja.

Hakim Edison Muhammad membacakan amar putusan di gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa, 9 Juli 2019. Bahar dinytakan terbukti bersalah melawan hukum menyiksa dan merampas kemerdekaan dua remaja yang salah satunya masih di bawah usia dewasa.

Korban atas nama Khoirul Umam Almuzaqi masih berusia di bawah 18 tahun saat dianiaya oleh Bahar dan rekan-rekannya. “Mengadili, terdakwa Habib Asayyid Bahar bin Smith telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana turut serta merampas kebebasan orang .

Bahar terbukti bersalah sesuai dengan apa yang didakwakan jaksa dikenakan tiga pasal sekaligus. Selain dijerat Pasal 333 ayat 2 Kitab undang-undang hukum Pindahnya (KUHP) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP, Bahar pun dijerat Pasal Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP tentang tindakan penganiayaan, dan Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Vonis 3 tahun terhadap pimpinan pondok pesantren Tajul Alawiyyin itu lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum dalam persidangan sebelumnya, dihukum penjara selama 6 tahun ditambah denda sebesar 50 juta subsider 3 bulan kurungan. *Inc-17