Gunungsitoli-Intainews com:Kri pegawai PT Bank Sumut Cabang Gunungsitoli, Sumatera Utara dijerat pasal berlapis terkait kasus narkotika dan obat obat terlarang. Dakwaan dibaca oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Yudi Permana, SH pada sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis 4 Juli 2019.

Pada sidang dakwaan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Merry Donna Pasaribu, SH, MH, terdakwa Kri didakwa bersalah dan dijerat dengan pasal berlapis dengan alternatif pasal 114, 112, 136, 127 yunto pasal 55.

Pada dakwaan jaksa diketahui terdakwa Kri bersama terdakwa lainnya Ste alias Ste dan Djon alias Kob ditangkap pada hari Selasa tanggal 5 Februari 2019 sekitar pukul 14.00 WIB. Ketiganya ditangkap di Hotel Soliga, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli yang termasuk daerah hukum pengadilan negeri Gunungsitoli.

Ketiganya didakwa sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan, tanpa hak atau melawan hukum. Menawarkan untuk dijual, menjual, memberi, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I.

Sebelum ditangkap, terdakwa Ste alias Ste menelepon Kri datang pada acara keluarganya dalam rangka Hari Raya Imlek di Hotel Soliga. Setiba di Hotel Soliga, Ste alias ste menyuruh Kri alias Kri membeli narkotika jenis sabu dengan memberikan uang sebesar Rp 300 ribu untuk dipakai bersama.

Kri kembali ke kediamannya di perumahan Bank Sumut dan menghubungi BD dimana selama ini dia sering membeli sabu. Tidak lama kemudian BD tiba dan menyerahkan sabu kepada Kri setelah menerima uang Rp 300 ribu, kemudian Kri kembali ke Hotel Soliga menemui Ste dan bersama sama menggunakan narkotika tersebut di aula hotel Soliga pukul 14.00 WIB.

Istri Ste kemudian datang dan ikut menggunakan, tetapi setelah selesai istri Ste keluar dan tidak lama adik ipar Ste yang bernama Djo alias Kob masuk ke dalam aula untuk ikut memakai. Namun Kri mengatakan jika sabu telah habis, sehingga Djo alias Kob memberikan uang kepada Kri sebesar Rp 500 ribu kembali membeli sabu.

Djo alias Kob juga menyuruh agar sabu yang akan dipakai dibawa ke Hotel Malaga, Desa Simanaere, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli untuk dipakai di sana. Kristanto kembali kekedimannya di perumahan Bank Sumut dan menghubungi lagi BD untuk membeli narkotika jenis sabu seharga Rp 500 ribu.

BD kembali menyerahkan sabu kepada Kri setelah menerima uang Rp 500 ribu, dan Kri kembali berangkat menuju Hotel Malaga. Tetapi karena mengetahui dirinya dibuntuti mobil yang diatasnya ada Polisi, Kristanto berusaha menghilangkan barang bukti sabu dengan memasukkan ke dalam botol air mineral yang berisi air.

Ketika ditangkap, terdakwa Kri mengakui jika plastik yang berisi butiran kristal adalah sabu dan dibeli kepada BD, dan uangnya diberikan oleh Djo alias Koban sebesar Rp 500 ribu untuk dipakai bersama.

Kemudian Polisi menggiring Kri ke Hotel Malaga dan menangkap terdakwa lainnya dan sesuai hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polri cabang Medan, barang bukti yang disita dari para terdakwa adalah plastik transparan berisi kristal bewarna putih dengan berat brutton0,3 gram.

Bukti lainnya 1 botol air mineral merk aqua berisi 250 mil cairan bening, dan sesuai hasil analisis kedua barang bukti tersebut mengandung metamfetamina dan terdaftar dalam golongan I.

Usai pembacaan dakwaan, penasehat hukum Kristanto mengajukan keberatan terhadap dakwaan jaksa dan akan mengajukan sanggahan (eksepsi) pada sidang minggu depan yang ditetapkan majelis hakim, Kamis tanggal 11 Juli 2019. *Inc-12