Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Peredaran video porno (foto) dengan perbuatan mesum dua pelajar SMK Bulukumba diminta dihentikan publikasinya, agar hak-hak mereka untuk bersekolah didorong untuk tetap dijamin. Rekaman itu disebut dibuat pada April 2019.

Namun, belum diketahui siapa yang menyebarnya sehingga viral. Pihak kepolisian masih terus menyelidikinya. “Ini kejadian bulan April lalu,” kata Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, kepada Antara, Minggu 6 Juni 2019. Menurutnya, kedua remaja berinisial AM dan WA itu sudah tidak lagi tinggal di Bulukumba.

Namun, pihaknya sudah mengupayakan perbaikan situasi dengan menikahkan dua sejoli itu. “Langkah kekeluargaan sudah kita tempuh. Anak tersebut sudah menjalani hidup baru [dinikahkan] sebelum video ini menjadi viral.

Dengan penyebaran video ini tentu kembali mengganggu psikologi mereka. Meski saat ini tidak lagi berdomisili di Kabupaten Bulukumba,” kata Tomy. Senada, Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra meminta masyarakat untuk tidak turut menyebarkan video tersebut karena termasuk tindak pidana.

“Kami minta publik untuk tidak membagikan video itu karena itu tindak pidana. Kedua, kalau di-‘share’, itu akan membahayakan bagi tumbuh kembang anak,” katanya.
Praktisi pendidikan Aris Munandar menyatakan video asusila di Bulukumba ini menunjukkan lemahnya kontrol sekolah terhadap siswa.

Terlebih, peristiwa itu terjadi di dalam lembaga pendidikan. Terpisah, Ketua KPAI Susanto menilai penyelesaian kasus ini berpotensi memicu masalah baru. Pertama, soal sanksi dari pihak sekolah yang disebut-sebut telah dijatuhkan kepada kedua pelajar itu.

Menurutnya, sanksi dari sekolah tersebut perlu didalami agar tidak justru melanggar hak-hak anak dan perlindungan anak. “Keberlangsungan sekolah kedua anak itu perlu dipastikan. Jangan sampai kasus ini membuat mereka putus sekolah,” kata dia. “Bila mereka masih pelajar sekolah menengah, maka mereka menikah sebelum batas usia yang ditentukan undang-undang,” kata Susanto. *vvc