Gunungsitoli-Intainews.com:Laporan belum ada tindaklanjut, setelah sejumlah ibu rumah tangga korban penipuan datangi Polres Nias, Sumatera Utara, Rabu 12 Juni 2019 (foto). “Kami berharap laporan kami ada tindaklanjut, padahal kami sudah melapor ke Polres Nias sejak bulan Januari 2019,” ucap Evi Waruwu alias Ina Carlos saat ditemui di Mapolres Nias, Rabu 12 Juni 2019.

Evi Waruwu memberitahu, dia adalah salah satu korban penipuan arisan yang dibentuk oleh terlapor MN bersama suaminya AW sejak tahun 2015. Kerugian yang dia alami akibat penipuan tersebut adalah sebesar kurang lebih Rp 36 juta.

Dari Evi Waruwu diketahui, sejak tahun 2015 mereka menyetor uang arisan kepada MN sebesar Rp 1 juta setiap handle, dan hingga arisan selesai dan bubar, dia tidak pernah menang dan uang yang telah dia setor selama ini tak kunjung dikembalikan.

“Selama ini kami tidak pernah menang, karena setiap kami memberi tawaran, kepala arisan mengatakan kami tidak menang dan pemenang adalah orang lain yang tawarannya lebih tinggi,” ungkapnya.

Namun setelah arisan hampir selesai tahun 2018 yang lalu, mereka baru tahu jika selama ini yang diklaim menang oleh kepala arisan juga tidak pernah menang dan mereka juga tidak pernah menerima uang kemenangan.

Dia memberitahu, anggota arisan semua berjumlah 28 orang dan kerugian semua anggota arisan berfariasi dan setelah dikalkulasikan semua berjumlah kurang lebih Rp 1,3 milliar.

“Kami yang melapor hanya enam orang, dan kami berharap Kapolres Nias serius menangani laporan kami, karena kami ingin kepastian hukum secepatnya agar pelaku bisa mengembalikan uang kami,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik,MH melalui Ps Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo menjelaskan jika laporan penipuan arisan tersebut dalam penyelidikan.

“Laporan ibu-ibu tersebut sudah kita tangani dan penyidik kita sedang melakukan pengumpulan alat bukti,” terangnya. Terlapor menurut dia sudah dilayangkan undangan untuk permintaan keterangan, tetapi hingga saat ini belum memenuhi undangan penyidik.

Tetapi kasus tetap diproses untuk menentukan apakah kasus bisa naik ke penyidikan atau tidak. Dari surat bukti pelaporan yang diberikan Evi Waruwu dengan nomor STPLP/11/I/2019/NS diketahui terlapor korban penipuan arisan Siti Emma alias Ina Mira melaporkan AW, MN, DW dan NW. Kerugian yang dialami pelapor atas kasus penipuan arisan dalam laporannya adalah sebesar Rp 170 juta. *Inc12