Gunungsitoli-Intainews.com:Penyidik Polisi Resor Nias melimpahkan kasus politik uang ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Sumatera Utara, Senin 10 Juni 2019 (foto). “Tersangka beserta barang bukti kasus politik uang pada pemilihan umum 2019 sudah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli kemarin,” ucap Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik, MH melalui Ps Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Selasa 11 Juni 2019.

Tersangka yang diserahkan adalah calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sumatera Utara daerah pemilihan 8 dari partai Gerindra yang juga ketua tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 wilayah Pulau Nias Damili R Gea.

“Tersangka kita kenakan pasal 523 ayat 2 Jo 278 ayat 2 dari UU. No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” terangnya. Dari Humas Polres Nias diketahui jika barang bukti yang diserahkan adalah uang sebesar Rp 60.000.000 pecahan Rp 20.000.

Kemudian Kwintansi tanda terima uang, catatan jumlah pemilih setiap desa di wilayah kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara serta dua lembar kertas contoh cara memilih surat suara pemilu dan dua unit sepeda motor.

“Tersangka dan barang bukti diserahkan kemarin oleh penyidik tindak pidana pemilu Ipda Ahmad Fahmi,SH atau Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Nias, dan diterima langsung Kasi Pidum Kejari Gunungsitoli Eliksander Siagian, SH,” jelasnya.

Untuk diketahui, tersangka Damili R Gea ditangkap pada tanggal 16 April 2019 sekitar pukul 02.00 WIB di posko relawan caleg Damili R Gea di jalan Sirao, Kota Gunungsitoli. Penangkapan Damili berkat informasi yang diperoleh Polisi terkait politik uang.

Polisi mengikuti dan memberhentikan sepeda motor yang dikendarai Meliadi Harefa alias Wiwin bersama Kesaktian Telaumbanua alias Kesa ketika keluar dari posko relawan Damili R Gea.

Dari jok sepeda motor Meliadi Harefa ditemukan satu blok uang pecahan
Rp 20.000 sebanyak Rp 20.000.000 yang diakui diambil dari posko relawan caleg provinsi Sumatera Utara Damili R Gea. Uang tersebut diserahkan oleh Fatolosa Lase alias ama Eva kepada Meliadi Harefa alias Wiwin. *Inc-12