Api membakar hangus rumah penduduk akibat bentrokan. Foto Istimewa

Buton-Intainews.com:Aparat gabungan TNI-Polri saat mengamankan para terduga pelaku kerusuhan dan pembakaran 87 rumah warga di Buton, Sulawesi Utara, Sabtu 8 Juni 2019.

“Saat ini ke-81 pelaku sedang dalam proses pergeseran dari Buton menuju Kendari melalui jalur laut,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardth, sebagaimana informasi dihimpun Intainews.com, Minggu 9 Juni 2019.

Terduga pelaku yang diamankan TNI-Polri berasal dari Desa Sampuabalo. “Status ke-81 yang diamankan adalah masih terperiksa. Nanti dari hasil BAP yang akan dilakukan baru akan terlihat jelas peran dari masing-masing pelaku yang diamankan,” terang Harry.

Sementara Kementrian PUPR dan Pemprov Sulteng segera memperbaiki rumah yang rusak akibat bentrok. Sebanyak 87 rumah warga Desa Gunung Jaya yang dibakar sekelompok pemuda Desa Sampuabalo saat bentrok yang terjadi di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6) pekan ini.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara Ajun Komisaris Besar Harry Goldenhardt menjelaskan, 87 rumah tersebut masih dibersihkan oleh pasukan aparat dari TNI/Polri.
Rumah-rumah itu sebelumnya sempat dilempar bebatuan dan akhirnya dibakar dengan cara dilempari bom molotov serta bensin.

Personel polisi menggiring diduga pelaku pembakaran. Foto Istimewa

Diketahui warga yang mengungsi akibat pecahnya bentrok antar dua kelompok warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo tersebut berjumlah sekitar 871 orang. Mereka mengungsi ke desa-desa terdekat di wilayah Kecamatan Pasar Wajo Buton.

Harry menyampaikan, ratusan warga tersebut belum kembali ke kediaman masing-masing dikarenakan kondisi rumahnya yang tidak layak dihuni. Meskipun begitu, Harry memastikan kalau kondisi di tempat terjadinya bentrok itu sudah kondusif. “Masih di tempat pengungsian. Kondisi alhamdulillah sudah lebih kondusif.”

Untuk diketahui, bentrok antardua kelompok pemuda itu dipicu oleh sekelompok pemuda dari Desa Gunung Jaya Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton menggelar konvoi menggunakan kendaraan roda dua melintasi Desa Sampuabalo pada Selasa (4/6).

Saat konvoi, rombongan tersebut memainkan gas motornya sampai memancing amarah dari masyarakat Desa Sampuabalo. Keesokan harinya, salah satu warga Desa Sampuabalo hendak melakukan silahturahmi ke rumah keluarganya dan harus melintasi Desa Gunung Jaya.

Namun, ketika saat melintas, ia terkena panah yang menancap di dada sebelah kiri. Dirinya langsung ke desa asalnya untuk melaporkan kejadian tersebut. Karena kejadian itu, akhirnya kelompok pemuda yang berjumlah 100 orang dari Desa Sampuabalo menyerang Desa Gunung Jaya sambil melemparkan batu ke rumah-rumah warga.

Karena kalah jumlah, warga setempat yang ketakutan langsung mengamankan diri.
Mengetahui banyak rumah yang ditinggalkan pemiliknya, beberapa pemuda dari Desa Sampuabalo melakukan pembakaran. *Inc-17