Hakim Merry Purba menangis tersedu-sedu setelah divis 6 tahun dikasus suap. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Hakim adhoc di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Medan Merry Purba terbukti bersalah menerima suap dari pengusaha Tamin Sukardi.

Informasi dihimpun Intainews.com, Jumat 17 Mei 2019, Merry menangis setelah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis selama enam tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan kepada Merry Purba.

“Menyatakan terdakwa bersalah menerima suap secara bersama-sama sebagaimana didakwakan pertama Penuntut Umum,” kata Ketua Majelis Hakim, Saifudin Zuhri, saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 16 Mei 2019.

Pengusaha Tamin Sukardi bersama Hadi Setiawan menyuap Merry Purba sebanyak SGD 150 ribu. Suap dari Tamin diberikan melalui panitera pengganti Pengadilan Negeri Medan Helpandi.

Pemberian suap itu dilakukan agar Merry dan Sontan memutus Tamin Sukardi tidak terbukti bersalah dalam kasus korupsi yang menjadikannya terdakwa. Perkara korupsi yang menjerat Tamin adalah kasus korupsi terkait pengalihan tanah negara milik PT Perkebunan Nusantara 2 Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Di persidangan pembacaan putusan, hakim menyebut hal-hal yang memberatkan, yaitu terdakwa tidak mengakui perbuatannya, mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Serta melakukan upaya bertentangan dengan pemerintah di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedang hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan selama dalam persidangan, dan terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Hukuman pidana penjara itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK. Merry Purba dituntut 9 tahun penjara, denda Rp 350 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sebagaimana diketahui, Tamin Sukardi didakwa menyuap Hakim Merry Purba sebesar 280 ribu Dollat Singapura atau sekitar Rp 2,9 miliar saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Medan.

Merry Purba merupakan salah satu Hakim Adhoc Pengadilan Tipikor Medan yang ditangkap KPK karena diduga menerima uang suap dari Tamin Sukardi melalui Helpandi, yang turut ditangkap KPK bersama Hadi Setiawan.

Mereka ditangkap KPK pada 28 Agustus 2018 atau sehari pasca majelis hakim membacakan putusan perkara Tamin Sukardi yang dihukum enam tahun penjara. *Inc-04-tnc