Polisi memperlihatkan barang bukti

Jakarta-Intainews.com:Terkait tindakan mengancam penggal Jokowi kelihatannya penegak hukum cukup serius. Polisi menahan perekam dan penyebar video ancam Jokowi tersebut.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian membenarkan soal penahanan itu. “Iya ditahan,” ujarnya singkat, Kamis 16 Mei 2019. IY diketahui menyebarkan video tersebut ke grup melalui aplikasi WhatsApp.

“(Dikenakan) Undang-Undang ITE,” tutur Jerry. IY dijerat Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 4 UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

IY ditangkap bersama R, seorang perempuan yang juga ada dalam video tersebut. Namun hingga kini R masih berstatus sebagai saksi. “Dia (R) tidak ikut menyebarkan,” ucap Jerry.

Sebelumnya, polisi menangkap HS di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor pada Minggu (12/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. HS melarikan diri ke Parung lantaran melarikan diri setelah mengetahui video yang berisi pernyataannya itu viral di media sosial.

Ancaman itu diungkapkan HS saat ikut demonstrasi di Gedung Bawaslu, Jumat (10/5). “Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah,” kata HS mengancam Jokowi.

Rekaman aksi HS itu viral di media sosial. Polisi memburunya dan berhasil menangkapnya di Parung. HS pun dijerat dengan pasal 104 KUHP tentang makar yang terancam hukuman seumur hidup.