Ilustrasi. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Polisi menangkap pelaku diduga melakukan tindak pidana politik uang pemilu 2019. Pelaku adalah Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Hariro Harahap yang dijadikan tersangka.

Informasi dihimpun Intainews.com, Jumat 17 Mei 2019, Satgas Anti-Politik Uang Polres Tapanuli Selatan berhasil meringkus Hariro bersama dengan 12 orang Senin (15/4) pukul 02.00 WIB. Kedua belas orang tersebut merupakan tim sukses istri Hariro yang bernama Masdoripa Siregar merupakan calon legislatif DPRD Kabupaten Paluta dari Partai Gerindra.

“Sudah proses selidik oleh Polres Tapsel, 24 jam asesmen Bawaslu, langsung diserahkan ke Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu),” terang Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/4).

Polisi pun telah menyita barang bukti berupa 87 amplop berisi Rp150.000 sampai Rp200.000 per amplop. Total uang yang diamankan Rp43,4 juta. Dengan seluruh bukti tersebut, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan sebagai tersangka Hariro berlangsung cepat di karenakan terbukti melakukan tindak pidana. Diduga uang tersebut akan diberikan untuk ‘serangan fajar’ kepada masyarakat dalam pemenangan istrinya.

“Selama rangkaian pemilu Gakkumdu menerima 573 laporan terkait tindak pidana pelanggaran pemilu. Perkara yang paling menonjol ialah politik uang dengan 35 kasus,” ucap Dedi.

Menurut data dari kepolisian, kasus politik uang terjadi di daerah Semarang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Karimun, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Cianjur, Kota Singkawang, Boyolali, Bantul, Pohuwato, Nusa Tenggara Barat, Fakfak, Halmahera Tengah, Belitung Timur, Poso, Bulungan, Pasaman Barat, Bener Meriah, Tidore, Bau-Bau, Kota Palu, Kota Bekasi, Bulukumba, Kupang, Bone Bolango, Sumbawa dan Maluku Tenggara Barat. *Inc-04-gtc