Kivlan Zen berhadapam dengan polisi. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Kivlan Zen memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar. Ia mengaku, tidak tahu bersaksi untuk siapa.
Dia juga tidak mengetahui perihal seluk-beluk pemeriksaan.

“Saya dilaporkan oleh Jalaludin. Saya diperiksa sebagai saksi untuk kasus makar,” katanya di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin 13 Mei 2019. Usai diperiksa, Kivlan Zen mengaku diperlakukan dengan baik, dan dirinya sudah menjelaskan semua yang ditanya penyidik.

Sebelumnya ia siap menghadapi proses hukum dan mengaku tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan kali ini. “Saya hanya tahu undang-undang, peraturan dan saya hadapi dengan tenang saja,” ujarnya.

Soal dirinya dituduh melarikan diri dari Batam ke Brunei lalu ke Jerman. “Saya tidak beli tiketnya, malah saya dikawal oleh polisi di dalam pesawat sampai di bandara Batam,” jelas Kivlan. Tiba di sana, ia bertemu dengan anak, istri dan cucunya. Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin.

Pasal yang disangkakan ialah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 juncto Pasal 107.* Inc-17