Eggi Sujana. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka. Bahkan polisi juga telah melayangkan surat panggilan perdana kepada Eggi Sudjana sebagai tersangka pekan depan.

“Iya betul (Eggi tersangka), besok Senin dipanggil,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Kamis 9 Mei 2019. Menurut Argo, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Eggi pada Senin 13 Mei 2019 pukul 10.00 WIB.

Dalam surat panggilan tersebut, penyidik meminta agar calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu dapat hadir memberikan keterangannya. Saat ditanyakan mengenai alat bukti, Argo mengatakan penetapan tersangka ini sudah berdasarkan alat bukti yang dimiliki kepolisian serta telah dilakukan gelar perkara.

Bahkan gelar perkara dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 7 Mei 2019. Akhirnya Eggi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, dan atau menyiarkan berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

Hal itu sesuai dengan Pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Sebelumnya Eggi juga dilaporkan oleh relawan Jokowi-Ma’ruf Center pada 19 April 2019 di Bareskrim Polri. Eggi dilaporkan atas tuduhan penghasutan melalui rekaman video terkait ajakan people power.

Sementara itu Anggota Direktorat Saksi BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria menilai penetapan tersebut berlebihan. Menurutnya pemerintah telah berlaku zalim terhadap Eggi.

Namun anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menyebutkan langkah kepolisian yang menetapkan Caleg PAN Eggi Sudjana sebagai tersangka atas kasus dugaan makar.

Mahfud menilai polisi tak akan mudah menetapkan Eggi tersangka jika tak memiliki alat bukti. “Pasti ada dua alat bukti untuk menyatakan itu,” kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.