Wagubsu Musa Rajeckshah. Foto Istimewa

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Musa Rajekshah (Ijeck) Wakil Gubernur Sumatra Utara ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut pada 12 April 2019.

Medan-Intainews.com:Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah akrab disapa alias Ijeck kembali diperiksa Polda Sumatera Utara (Sumut) terkait kasus dugaan alih fungsi hutan lindung yang melibatkan perusahaan keluarganya, yakni PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM).

Hutan negara di Kabupaten Langkat, telah lama diusahai menjadi perkebunan kelapa sawit oleh perusahaan keluarga Musarajekshah. Berada di Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Brandan Barat dan Kecamatan Besitang. Luasnya berkisar 366 hektar lebih.

Informasi dihimpun Intainews.com, Minggu 5 Mei 2019, sebagaimana dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Ronny Samtana, Ijek datang memenuhi panggilan.

Ronny menyebutkan pemeriksaan berlangsung Kamis (2/5 2019). Dia diperiksa dalam kapasitasnya selaku Pemegang Saham dan Direktur PT Alam periode tahun 2008 sampai tahun 2014.

Sementara untuk Anif, ayah dari Musa Rajekshah, kata Ronny, pemeriksaan akan dijadwalkan ulang. Sebab, pengusaha ternama di Sumut itu telah berulang kali mangkir dari panggilan penyidik. Sebelumnya, Ijeck juga diperiksa sebagai saksi pada Kamis (7/2). Saat itu Ijeck diperiksa selama 11 jam lebih.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Musa Rajekshah (Ijeck) Wakil Gubernur Sumatra Utara ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut pada 12 April 2019.

Ilustrasi. Sepanjang mata memandang kebun sawit. Foto Istimewa

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 35 orang baik dari Karyawan PT ALAM maupun dari instansi terkait. Kemudian ahli sebanyak 7 orang dari Dinas Perkebunan, Kehutanan, BPN, Dinas Lingkungan Hidup (LH), Planologi Kementerian LHK.

Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan Musa Idishah alias Dodi selaku Direktur PT ALAM sebagai tersangka pada Rabu (30/1/2019). Namun adik dari Wagub Sumut Musa Rajekshah itu tidak dilakukan penahanan, dan hanya dikenakan wajib lapor. Pada Senin (8/4), penyidik mengirimkan berkas perkara atas nama tersangka Dodi ke Jaksa Penuntut Umum (Tahap 1).

Polda Sumut menjerat Dodi dengan Pasal 92 ayat (2) huruf a Jo Pasal 93 ayat (3) huruf a, b dan c Jo Pasal 94 ayat (2) huruf a dan huruf c UU No. 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan/ atau Pasal 47 ayat (1) Jo Pasal 105 UU No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan atau Pasal 36 ayat (1) Jo Pasal 109 UU No. 32 tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. *Inc-04