Cibinong-Intainews.com:Setelah Hakim Pengadilan Cibinong, Jawa Barat memutus bebas terhadap terdakwa HI (41) tahun didakwa telah melakukan kejahatan seksual terhadap dua anak tetangganya berusia 14 tahun dan 7 tahun, MA copot Hakim dan Ketua Pn Cibinong, Selasa 30 April 2019.

Informasi dihimpun Intainews.com, Mahkamah Agung (MA) (foto) memberikan sanksi kepada hakim Pengadilan Negeri Cibinong, Jawa Barat, lantaran dianggap tidak sesuai dengan Peraturan MA Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, mengatakan, bukan saja Hakim PN, tetapi Ketua PN Cibinong juga dikenakan sanksi. Dia menjelaskan, alasan MA memberikan sanksi terhadap hakim dan Ketua PN Cibinong, akibat 25 Maret 2019, memutus bebas terhadap terdakwa HI (41) tahun.

“Putusan tersebut telah mengundang perhatian, keprihatinan, reaksi keras dari masyarakat. Sehingga laporan atau pengaduannya sampai ke Mahkamah Agung,” kata Abdullah kepada wartawan. Dengan laporan tersebut, Pimpinan MA langsung memerintahkan Badan Pengawasan untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap laporan atau pengaduan masyarakat.

“Atas laporan tersebut Pimpinan Mahkamah Agung kemudian menjatuhkan sanksi tidak saja kepada majelis pemeriksa perkara, yaitu MAA, CG dan RAR, dan atasan langsungnya yaitu: LJ Ketua Pengadilan Negeri Cibinong,” tutur Abdullah.

Menurut dia, sanksi tersebut dijatuhkan kepada atasannya karena lalai melakukan pembinaan dan pengawasan, serta konsekuensi dari diberlakukannya Peraturan Mahkamah Agung tentang Pengawasan dan Pembinaan.

Karenanya, lanjut Abdullah, berdasarkan Keputusan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Nomor W11.U/114/KP04.5/4/2019, W11.U/115/KP04.5/4/2019, keempatnya dilakukan pembinaan di Pengadilan Tinggi Bandung.

“Untuk mengisi kekosongan pimpinan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Selasa (30/4) Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung akan melantik Ketua Pengadilan Negeri Cibinong yang baru,” tukasnya. *Inc-17-rmc