Ilustrasi. Istimewa

Nias-Intainews.com:Pengadilan Negeri Gunungsitoli memerintahkan Bupati Nias, Sumatera Utara menganggarkan pada APBD atau PAPBD Kabupaten Nias pembayaran uang tuntutan ganti rugi oleh direktur PT Citra Asean Utama Werlim.

“Benar Pengadilan Gunungsitoli telah menerbitkan eksekusi pembayaran tuntutan saya terkait pengerjaan jembatan di Kabupaten Nias yang belum dibayarkan sejak tahun 2010,” terang Werlim yang ditemui, Jum,at 26 April 2019.

Menurut Werlim, tuntutannya kepada Pemkab Nias agar membayar kerugiannya sebesar Rp 1,2 miliar pada pengerjaan jembatan Sungai Muzoi di Kabupaten Nias yang mengalami force majeur (diluar kemampuan manusia) pada tahun 2010 silam akhirnya membuahkan hasil.

Dimana dengan diterbitkannya surat penetapan pengadilan nomor 20/PDT/G. 2017/PN/Gst, jo nomor 91/PDT/2017/PT MDN jo nomor04/2018/PN.Gst yang ditandatangani Ketua PN Gunungsitoli Merry Donna Pasaribu,MH.

Termohon Bupati Nias, PPTK, KPA dan Kadis PU diminta segera membayar atau menganggarkan dana pada APBD atau PAPBD Kabupaten Nias sebesar Rp 1,2 milliar.

Uang tersebut untuk memenuhi putusan PN Gunungsitoli nomor 20/Pdt.G/2017/PN dan putusan PT Medan nomor 91/PDT/2017 /PT MDN tertanggal 16 Mei 2019 membayar kerugian rekanan.

Otoni Gea, anggota DPRD Kabupaten Nias yang dihubungi wartawan pada hari yang sama mengatakan, Bupati Nias harusnya mempelajari surat tersebut, kemudian menganggarkan dana untuk membayar kerugian rekanan sesuai aturan yang berlaku.

Dia mengungkapkan jika untuk APBD induk tahun ini, dana tersebut belum dianggarkan, sehingga dia meminta Bupati Nias untuk menganggarkan pada pembahasan berikutnya.

“Memang pada rapat DPRD pernah diusulkan dana tersebut, tetapi kita tidak tahu kenapa tidak ada penyelesaian akhir,” sesalnya. Dia juga menegaskan agar keputusan eksekusi pengadilan harus dipatuhi dan tuntutan direktur PT Citra Asean Utama harus dibayar. Sebelumnya kepada wartawan Bupati Nias mengatakan akan mempelajari dahulu keputusan tersebut, baru kemudian dapat mengambil kesimpulan.

Untuk diketahui, sengketa antara direktur PT Citra Asean Utama Werkim dengan Bupati Nias dan jajarannya adalah mengenai pengerjaan jembatan Muzoi dan ruas jalan Lasara, Kabupaten Nias tahun 2009. Saat pengerjaan terjadi bencana banjir yang menghancurkan material bangunan yang sedang dipasang, sehingga proyek tersebut ditetapkan sebagai force majeur. *Inc-12