Medan-Intainews.com:Sidang Putusan korupsi EPC IPA Martubung, baru-baru ini ricuh setelah ketua majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Medan, Sapril Batubara menghukum staf keuangan PT Ks0 Promits Lju selama delapan tahun penjara denda Rp200 juta subsidair tiga bulan serta membayar uang pengganti Rp7,4 miliar subsidair tiga tahun kurungan (foto).

Sidang putusan perkara korupsi proyek pembangunan Proyek EPC IPA Martubung dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 1 Pengadilan Negeri Medan tersebut, diprotes dikarenakan 7 majelis hakim memutuskan Flora secara bersama-sama dengan PPK Proyek Pembangunan EPC IPA Martubung, Suhairi terbukti bersalah dalam pengerjaan proyek tersebut.

Dalam kasus ini Suhairi pada sidang terpisah dihukum selama 9 tahun penjara denda Rp200 juta Subsidair 3 bulan kurungan. Usai persidangan suasana tampak mulai ricuh, hal ini dikarenakan protes dari pihak penasihat hukum yang tidak terima dengan putusan majelis hakim.

Aksi protes berlanjut hingga di luar persidangan massa berusaha mendatangi majelis hakim, alasan majelis menjatuhkan hukuman terlalu tinggi dan mengabaikan putusan prapid yang menyatakan penetapan tersangka tidak sah. Aksi protes tersebut bisa diredam setelah Humas Pengadilan Negeri Medan, Erintuah Damanik menenangkan massa.

Sebelumnya Penuntut Umum Kejari Belawan menuntut Mantan PPK Proyek Pengerjaan EPC IPA Martubung PDAM Tirtanadi, Suhairi dan Staf Keuangan Kso Promits-Lju Flora Simbolon masing-masing selama 12 tahun penjara. Selain hukuman penjara kedua terdakwa dikenakan membayar denda sebesar Rp 500 juta atau digantikan kurungan enam bulan apabila tidak membayarnya.

Khusus untuk Flora Simbolon, penuntut umum Tipikor Kejari Belawan mewajibkan membayar uang pengganti Rp 16 milyar setelah dikurangi dari sisa uang pembayaran atau retensi sebesar Rp 2 milar dari total uang pengganti Rp 18 milar lebih atau diganti dengan kurungan badan selama enam tahun bila tidak membayarnya. *Inc-03