Gunungsitoli-Intainews.com:Pelaksanaan sita eksekusi rumah di Jalan Sirao, Kelurahan Pasar, kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Rabu 6 Maret 2019 oleh pengadilan negeri Gunungsitoli disoal  (foto).

“Kita mempunyai beberapa pertanyaan besar atas pelaksanaan sita eksekusi Pengadilan Negeri Gunungsitoli terhadap rumah klien kami vincen Antonius Kurniawan,” ucap Yulius Laoly, SH,MH,CPL, Rabu 6 Maret 2019.

Menurut dia, kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) tidak pernah mengirim atau melayangkan surat peringatan kepada klien mereka atau pemilik hak tanggungan atas nama Vincen Antonius Kurniawan.

Namun surat peringatan satu, dua dan tiga hanya dilayangkan kepada Sofyan atau orang tua dari klien mereka Vincen Antonius Kurniawan. Dia juga mengatakan jika pelaksanaan lelangan terhadap objek tanggungan atau tanah serta rumah milik klien mereka seluas 280 m2 yang ada di Kota Gunungsitoli tidak sesuai undang undang.

“Seharusnya proses lelang dimuat di media visual atau non visual, ternyata setelah kita telusuri, pengumuman lelang dimuat pada media cetak yang beredar di tapanuli tengah, dan tidak beredar di Kota Gunungsitoli atau dimana objek yang dilelang berada,” ungkapnya.

Yulius memberitahu, mereka telah berkoordinasi dengan KPKNL pematangsiantar dan padang sidempuan, Sumatera Utara terkait hal tersebut, tetapi tidak ada tanggapan. “Karena tidak ada tanggapan, klien kita menempuh jalur hukum perdata dengan melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli agar keputusan lelang tanah dan rumahnya dibatalkan,” jelasnya.

Humas Pengadilan Negeri Gunungsitoli Taufik Noor Hayat yang ditemui, Rabu (6/2), membenarkan jika Vincen Antonius Kimiawan telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Gunungsitoli. “Mereka ingin membuktikan kalau lelang tanah dan rumahnya yang dilakukan KPKNL tidak sesuai prosedur,” ujarnya.

Taufik menerangkan, kalau debitur pembayarannya macet, pihak bank bisa langsung meminta KPKNL melakukan lelang dan tidak perlu melalui pengadilan. “Yang dilaksanakan hari ini adalah sita eksekusi objek tanggungan, sedangkan eksekusi masih menunggu keputusan ketua pengadilan,” tuturnya.

Menurut dia, gugatan yang diajukan pemilik objek tanggungan tidak bisa menunda pelaksanaan eksekusi. Apabila pemilik objek tanggungan menang pada gugatannya hingga kasasi, maka akan dilakukan pemulihan eksekusi. *Inc-12