Gunungsitoli-Intainews.com:Sentra Penegakkan Hukum Terpadu Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara telah menghentikan penyelidikan terkait laporan dugaan pemalsuan ijazah ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa.

“Semua laporan yang kita tangani sudah kita hentikan karena tidak memenuhi syarat, dan setelah melakukan pertemuan pertama dan kedua maka diambil keputusan bersama,”ungkap ketua Badan Pengawas Pemilu Kota Gunungsitoli Endra Amri Polem di grand kartika, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Selasa 5 Maret 2019.

Salah satu laporan tersebut menurut Ketua Bawaslu adalah laporan izajah palsu ketua DPRD Kota Gunungsitoli yang kasusnya sudah dihentikan dan telah diumumkan. “Memang kita sudah menerima laporan terkait dugaan ijazah palsu Herman Jaya Harefa dan pelapornya tidak bisa kita beritahu inisialnya, tetapi sesuai putusan bersama Gakkumdu sudah dihentikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Nias AKP Josnita Tarigan, SH mengatakan kepada sejumlah masyarakat yang unjukrasa di Polres Nias, Senin 4 Maret 2019, penyelidikan laporan dugaan ijazah palsu ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa telah dihentikan.

Dia bahkan menegaskan tidak punya kepentingan dalam kasus tersebut, dan bekerja berpedoman pada peraturan Kapolri tentang manajemen penyelidikan. “Kami sudah terima surat yang bapak ibu katakan sebagai bukti pada pertemuan kita sebelumnya tanggal 13 Februari 2019, tetapi kami mohon maaf kami bekerja sesuai aturan dan prosedur yang ada,” terangnya.

Dia menyarankan pelapor Lo, ozaro Zebua untuk menempuh jalur hukum yang ada, atas keputusan penghentian penyelidikan yang telah mereka lakukan terkait kasus dugaan ijazah palsu ketua DPRD Kota Gunungsitoli.

“Sesuai kitab hukum pidana, praperadilan adalah kewenangan pengadilan negeri, sehingga apabila ada kekuatan hukum yang sah dan perintah pengadilan, kami akan mengeluarkan surat perintah penyelidikan lanjutan dan SP3 kami buka kembali,” ucapnya.

Namun dia menegaskan, apabila ada ditemukan kesalahan prosedur dan kekurangan terkait penghentian penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu Herman Jaya Harefa, maka dia sebagai kasat reskrim siap dihukum. *Inc-12