Agus Rahardjo. Foto Istimewa

Surabaya-Intainews.com:Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengungkapkan, saat ini telah terjadi regenerasi terhadap pelaku korupsi, yang pelakunya sudah menyentuh kalangan anak muda.

Padahal menurutnya, korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa, karena dampak akibat korupsi sangatlah besar. “Bukan hanya terhadap besar uang yang dikorupsi, namun lebih dari itu seperti berdampak pada infrastruktur juga,” ujarnya saat memberikan materi pada kuliah tamu di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, seperti tertulis dalam siaran persnya, Minggu 24 Februari 2019.

Agus menyatakan, ada kebiasaan di kalangan mahasiswa yang bisa menimbulkan potensi korupsi. Seperti, mencontek, plagiat, titip absen, penyalahgunaan dana beasiswa, terlambat atau korupsi waktu, gratifikasi ke dosen, dan perilaku menyimpang lainnya.

Maka dari itu, kata Agus, dibutuhkan peran perguruan tinggi dalam hal pemberantasan korupsi. Ia menjelaskan, perguruan tinggi menjadi pusat gerakan akademik untuk pemberantasan korupsi dan mendorong gerakan pemberantasan korupsi baik secara lokal, maupun nasional.

Sehingga perlu dilakukan pendekatan pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi. Seperti membangun kesadaran antikorupsi dan meningkatkan pemahaman antikorupsi. “Bisa dilakukan melalui kuliah umum, pendidikan antikorupsi dalam mata kuliah wajib, dan buku KPK,” ujar Agus.

Ketua panitia, Tony Hanoraga mengatakan, mahasiswa termasuk sosok intelektual yang sebentar lagi terjun ke masyarakat. Mahasiswa bisa menjadi pejabat, pengusaha, dan sebagainya. Maka, mahasiswa perlu dibekali tentang karakter yang sifatnya anti terhadap korupsi.

Sebagai anggota masyarakat, mahasiswa punya kewajiban aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Harapan dari kuliah tamu ini yaitu sebagai renungan bahwasanya untuk memajukan Indonesia korupsi harus diminimalkan. “Selain itu, kita punya semangat untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujarnya. *rpo