Gunungsitoli-Intainews.com:Ratusan masyarakat Kepulauan Nias, mendesak Polisi Resor Nias menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek fiktif pertapakan kantor Bupati Nias, Sumatera Utara tahun 2007 yang diduga merugikan negara Rp 2,1 milliar (foto).

Desakan tersebut disampaikan masyarakat yang mengatasnamakan diri Forum Masyarakat Peduli Kepulauan Nias (FMPKN) saat unjukrasa yang digelar di Polres Nias, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Senin 18 Februari 2019.

Dalam orasinya pimpinan aksi Heply Gea meminta Polres Nias mengumumkan hasil audit inspektorat Kabupaten Nias yang telah diserahkan kepada penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Nias dan hasil ekspos dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sesuai surat direktur kriminal khusus Polisi Daerah Sumatera Utara.

“Kita ingin Polres Nias menuntaskan kasus ini, jika terbukti silakan tetapkan tersangka. Namun, jika tidak terbukti silakan hentikan kasusnya agar Ir Lakhomizaro Zebua tidak terbebani dan dapat memimpin Kota Gunungsitoli dengan baik,” tuntut Heppy Gea.

Wakil Kapolres Nias Kompol Elizama Zalukhu yang menerima pengunjuk rasa mengaku jika kedatangan para pengunjukrasa merupakani penghargaan buat Polres Nias. “Yang datang bukan lawan kita, bukan musuh kita dan bukan lawan politik kita, tetapi yang datang adalah kawan kita, adik-adik kita dan saudara saudara kita yang mempertanyakan penuntasan kasus korupsi di wilayah hukum Polres Nias,” jelasnya.

Suasana unjuk rasa masyarakat Nias ke Polisi berlangsung damai…

Dia mengaku sangat terharu tujuan kedatangan masyarakat, dan menganggap kedatangan masyarakat bertujuan baik untuk membangun Pulau Nias, dan memastikan jika banyak korupsi, maka Pulau Nias tidak akan maju.

“Kedatangan saudara saudara yang beretika dan baik kami sambut baik, jika datang lagi lebih banyak dari hari ini kami juga akan tetap menyambut baik karena semua terbuka,” ucapnya. Di tempat yang sama, Kepala unit tindak pidana korupsi Polres Nias Ipda Ahmad Fahmi, SH mengatakan Polres Nias membutuh dukungan masyarakat tuntaskan kasus dugaan korupsi pertapakan kantor Bupati Nias tahun 2007.

Polisi menurut dia menghormati masyarakat Nias yang memiliki semangat memberantas tindak pidana korupsi dan membantu upaya upaya memberantas korupsi. Dia berjanji akan giat kembali tekait kasus dugaan korupsi pertapakan kantor bupati Nias dan ekspos dengan BPKP serta mempelajari kembali apakah data yang dimiliki bisa membantu Ir Lakhomizaro Zebua mempertanggungjawabkan ke pengadilan.

“Kami akan angkat dimana celahnya sehingga kami kuat dan didukung dokumen, dan kami meminta masyarakat membantu dalam mengungkap, karena cukup sulit untuk membuktikan kasus korupsi dan memastikan kerugian negaranya,” ucapnya.

Masyarakat Nias diminta membantu mereka supaya mereka kuat dan berani berhadapan dengan siapapun, karena mereka tidak ada beban di unit tipikor atau kepentingan sehingga meminta peran aktif dan dukungan dokumen dari masyarakat Nias. Soal hasil audit inspektorat Kabupaten Nias terkait kasus tersebut, dia berjanji berkoordinasi kembali dengan inspektorat pemerintah Kabupaten Nias dalam waktu dekat. *Inc-12