Joko Driyono. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Posisi ketua umum PSSI kembali kosong. Hal itu terjadi setelah orang nomor satu di federasi sepakbola Indonesia itu, Joko Driyono Satgas Antimafia Bola menetapkan Plt Ketum PSSI, Joko Driyono ditetapkan menjadi tersangka.

Joko sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Polisi juga sudah mengirimkan surat pencekalan terhadap Joko Driyono ke pihak Imigrasi. “Ya (sudah tersangka), sejak Kamis,” kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwonokepada wartawan, Jumat 15 Februari 2019.

Polisi sebelumnya menggeledah apartemen Joko Driyono dan kantor PSSI. Penggeledahan dilakukan sejak Kamis (14/2) hingga Jumat (15/2) pagi. Dalam kasus pengaturan skor ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka, mulai pihak wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI.

Para tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/ atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Pria asal Ngawi Joko Driono ini oleh Satgas Anti Mafia Bola diduga menjadi pihak yang memerintahkan penghancuran barang bukti yang berhubungan dengan pengaturan skor. Fakta itu ditemukan pada saat penggeledahan bekas kantor PT Liga Indonesia. Saat itu, Satgas Anti Mafia Bola juga menemukan pintu rahasia yang menghubungkan kantor dengan apartemen Jokdri. *Inc-17-dtc