Nagan Raya-Intainews.com:Polres Nagan Raya Provinsi Aceh mengamankan GWN (40) warga Kualatrang Kecamatan Kuala Pesisir, Nagaan Raya Provinsi Aceh diduga pelaku pencabulan terhadap anak tiri PS (16) yang masih dibawah umur (foto).

Dalam konfrensi pers digelar pihak Polres Nagan Raya Kamis 14 Febrari 2019 dinyatakan pelaku GWN yang berprofesi pencari ikan telah memaksa korban untuk memenuhi nafsu bejatnya. Bahkan, palaku mengancam memukul korban agar apabila menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian Polres Nagan Raya melalui Kasat Reskrim Boby Sebayang dalam pemaparannya, pelaku melancarkan aksi bejatnya tidak kurang dari tiga tahun, yakni sejak 2016 saat korban masih berusia 13 Tahun.

Korban yang merupakan anak tiri pelaku, diketahui tinggal bersama ibu kandungnya dan dua orang anak kandung dari pelaku. “Pelaku tinggal serumah, diantaranya korban, dua orang anak laki-laki, ibu kandung korban dan pelaku. Dalam melakukan hubungan intim dalam sepekan tidak kurang dari dua kali,” ujar Kasat Reskrim Boby.

Terungkapnya kasus pelecehan tersebut karena korban tidak sanggup terus menerus harus melayani nafsu bejat ayah tirinya yang dilakukan di rumah. Dari hasil pemeriksaan polisi, Kasat Reskrim Boby mengaku ibu korban mengakui tidak mengetahui aksi bejad suaminya.

Korban PR yang hanya duduk di SMP kelas satu dan tidak melanjutkan sekolahnya, menceritakan perlakuan bejat ayah tirinya kepada keluarga ayah kandung dan bapak kandungnya. Mendapat cerita dari anaknya, ayah kandung PS melaporkan ke polisi yang akhirnya menangkap pelaku Minggu 10 Februari 2019.

Kasat Reskrim mengaku, selain mendapat ancama tidak jarang korban PS juga dipukul. Bahkan ketika tidak membersihkan rumah, korban terkadang harus menerima pukulan dari ayah tirinya.

Atas perbuatan bejat tersangka GWN dijerat dengan Pasal 76E Jo Pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 82 Ayat (1) dan (2) Jo Pasal 81 Ayat (1), (2) dan (3) UU No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 Tentan Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, ancaman hukuman maksimal 20 Tahun. *Inc-09