Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Uang kas PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang yang beralamat di Tembung, diduga bocor mencapai Rp10,6 miliar. Namun hingga saat ini belum diusut aparat penegak hukum.

Informasi dihimpun Intainews.com hingga Selasa 12 Februari 2019, awal terungkapnya kebocoran uang kas perusahaan dari 2013 hingga 2018 itu setelah Satuan Pengawas Intern (SPI) PDAM Tirtanadi melakukan audit terhadap Cabang Deliserdang.

Kemudian PDAM Tirtanadi menyebutkan sudah melaporkan kasus dugaan kebocoran uang kas Cabang Deliserdang mencapai Rp10,6 miliar tanggal 21 Januari 2019 ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Dengan laporan ini pihak Kejatisu diharapkan bisa mengusut dan memanggil semua pihak yang terlibat dalam dugaan penyelewengan anggaran perusahaan penyedia air minum milik Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut ) tersebut.

“Iya sudah (dilaporkan), masih proseslah. Kita sudah minta bantuan kejaksaan untuk memanggil (pihak-pihak yang diduga terlibat),” kata Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin.

Menurut Jumirin, oknum-oknum yang diduga terlibat dalam kasus dugaan kebocoran uang kas Cabang Deliserdang ini sudah berniat untuk mengganti kerugian perusahaan. “Memang dia (terduga pelaku) ada niat mengganti kerugian perusahaan. Prinsipnya sudah kita lapor. Secara internal kita sudah panggil mereka,” jelas Jumirin.

Kepada wartawan, Jumirin membenarkan soal tiga mantan Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Deliserdang telah di-nonjob-kan karena terkait kasus ini. “Iya, nonjob mereka karena kasus ini,” ucapnya.

Namun Jumirin belum bisa memastikan nilai kerugian perusahaan. Menurutnya nanti aparat yang berkompeten untuk menghitung dan menetapkannya. “Belum fiks. Biar nanti aparat yang bekerja, yang penting kita sudah ada action,” katanya.

Sementara pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Sumanggar Siagian menyebut, belum ada menerima laporan terkait adanya kebocoran kas PDAM Tirtanadi Deliserdang senilai Rp10,6 miliar.

“Saya sudah mengecek langsung ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) dan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Hingga saat ini tidak ada laporan masuk tentang kebocoran tersebut,” ujar Sumanggar Siagian kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin 11 Februari 2019.

Sedangkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sangat terkejut ketika ditanya adanya dugaan kebocoran uang kas PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang senilai Rp10,6 miliar. “Oh, kapan terjadi kebocoran itu,” tukas Edy Rahmayadi balik bertanya
kepada wartawan di Press Room Kantor Gubsu, usai menerima perwakilan pendemo Driver Online Individu, Senin (11/2).

Ditegaskan Edy Rahmayadi, jika memang benar terjadi kebocoran uang kas di perusahaan tersebut, pihak aparat penegak hukum harus segera mengusutnya hingga tuntas. “Kalau ada kerugian negara dan pelanggaran maka harus diusut tuntas dan diselesaikan secara hukum. Kita tetap mendukung proses hukum,” ungkapnya.

Informasi sebelumnya beredar di media massa ditemukan adanya uang kas Cabang Deliserdang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp10,6 miliar. Audit ini didasari oleh adanya laporan dari SH saat baru menjabat Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Deliserdang. SH menemukan kejanggalan pada rekening koran kas PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang.

SH kemudian melaporkan kejanggalan ini kepada Satuan Pengawas Intern (SPI). Oleh SPI lalu melakukan audit, ternyata ditemukan uang kas PDAM Tirtanandi Cabang Deliserdang yang tidak jelas pertanggungjawabannya mencapai Rp10,6 miliar.

Buntut dari temuan ini, tiga mantan Kacab PDAM Tirtanadi Deliserdang telah dinonjob-kan dari jabatannya. Ketiganya masing-masing berinisial Bb dari Kacab Cemara, AS dari Kacab Tuasan, dan Ak Kacab Denai. *Inc-03-and