Musa Rajeckshah. Menghadiri panggilan Polda Sumut. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara memeriksa Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajek Shah, Kamis, 7 Februari 2019. Musa diperiksa terkait kasus alih fungsi hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) di Kabupaten Langkat, Sumut.

Kepala Polda Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal Agus Andrianto mengatakan, Musa Rajek Shah diperiksa terkait alih fungsi hutan.”Kapasitasnya diperiksa bukan sebagai Wakil Gubernur, melainkan pribadi yang ada jabatan di PT Anugerah Langkat Makmur,” kata Agus.

Juru bicara Polda Sumut Ajun Komisaris Besar MP. Nainggolan mengatakan, Musa Rajek Shah diperiksa sebagai saksi. “Dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus PT ALAM Langkat,” ungkap Nainggolan. Musa, sebut Nainggolan diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan Direktur PT ALAM.

Mengenai materi pemeriksaan, Nainggolan mengaku belum mengetahui.”Apa saja yang ditanya dan berapa pertanyaan, ditanyakan langsung ke penyidik,” kata Nainggolan.
Sebelumnya, Rabu, 30 Januari 2019, Polda Sumut melakukan penggeledahan di kantor PT ALAM di Jalan Sei Deli, Medan. Perusahaan kebun sawit itu selama ini dikenal milik Anif Shah, ayah Musa Idi Shah alias Dodi Shah yang juga ayah Wagubsu. Wagubsu.

Selain kantor PT ALAM, polisi gabungan dari berbagai direktorat di Polda Sumut menggeledah rumah Dodi Shah di perumahan mewah Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Penggeledahan itu dilakukan terkait dengan pengalihan status hutan lindung menjadi areal perkebunan sawit.

Yaitu di wilayah Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Brandan Barat dan Kecamatan Besitang, Kabupupaten Langkat, luasnya lebih kurang 366 hektare. Dalam kasus tersebut, Dodi Shah ditetapkan sebagai tersangka. Namun Dodi Shah tidak ditahan penyidik dengan alasan tidak akan mengulangi perbuatannya. *Inc-04