Eni Saragih. Foto Istimewa-2

Jakarta-Intainews.com:Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih hari ini menghadapi sidang tuntutan kasus suap proyek PLTU Riau-1. Eni Maulani Saragih berharap bisa dituntut ringan atas perkara tersebut.

“Selaku tim penasihat hukum tentu kami berharap bu Eni dituntut ringan sesuai dengan kesalahannya,” kuasa hukum Eni, Fadli Nasution, Rabu 6 Februari 2019. Dia pun berharap permohonan justice collaborator (JC) Eni Maulani Saragih dikabulkan oleh KPK.

Selain itu diketahui KPK kembali menerima pengembalian duit dari tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih sebesar Rp Rp 500 juta Jumat (1/2). Sehhingga total pengembalian, menurut juru bicara KPK Febri, berjumlah Rp 4,05 miliar dan SGD 10 ribu.

Eni memang didakwa menerima suap dan gratifikasi. Total pengembalian Eni, menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, berjumlah Rp 4,05 miliar dan SGD 10 ribu. Febri menyebut jumlah itu masih kurang dibanding yang didakwakan terhadap Eni.

Dia menyatakan Eni telah berjanji bakal mengembalikan semua uang yang diterimanya. Sebelum ini,KPK telah menerima pengembalian uang dalam kasus ini senilai Rp 4,26 miliar. Perinciannya, pengembalian dariEni Rp 3,55 miliar dan pengembalian dari panitia Munaslub Golkar Rp 712 juta. KPK juga telah menyita Rp 500 juta saat OTT terhadap Eni.

Dalam kasus ini, Eni didakwa menerima suap Rp Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Duit itu diterima Eni untuk membantu Kotjo mendapat proyek di PLN. Dia juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu (atau sekitar Rp 400 juta). Uang itu diterima Eni dari sejumlah direktur dan pemilik perusahaan di bidang minyak dan gas (migas). *Inc-17