Ilustrasi. Istimewa

Langkat-Intainews.com:Masyarakat Kabupaten Langkat Sumatera Utara (Sumut) masih taerus menungga terungkapnya kasus pembakara mushaf (kitab) Alquran yang dibakar oleh orang tak diknel (OTK). Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto mengatakan petugas kepolisian masih menyelidiki siapa pelaku pembakaran mushaf Alquran di sekitar Masjid Nurul Huda, Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, di akhir tahun 2018.

Warga diminta Kapolda Sumut tetap menjaga kondusivitas Langkat. “Aparat kepolisian terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku yang membakar kitab suci Alquran itu,” kata Irjen Agus baru-baru ini. Ia mengaku merasa heran dengan peristiwa pembakaran Alquran yang terjadi di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Kapolda Sumut menyebut, seluruh masyarakat ataupun ormas Islam dapat menjaga kondusivitas daerah Langkat dan tidak terjadi keributan, sehingga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Warga, katanya diharapkan tidak sampai terpancing di air keruh sehingga dapat mengganggu stabilitas keamanan. Warga diharapkan memberikan informasi kepada petugas kepolisian jika mencurigai pelaku pembakaran Alquran.

“Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui pelaku yang melanggar hukum itu,” kata Kapolda Sumut. Sebagaimana diketahui sebelumnya, Senin (24/12/2018), terjadi pembakaran 20 mushaf Alquran dan 18 yang terbakar.

Sedangkan dua lagi belum sempat terbakar. Peristiwa pembakaran Alquran tersebut terjadi di sekitar Masjid Nurul Huda, Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Mushaf Alquran itu sebelumnya dipergunakan untuk proses belajar di taman bacaan alquran. * Inc-21