Tersang PH. Foto Istimewa

Tapsel-Intainews.com:PH (42) yang jadi tersangka penipuan mobil dengan modus rental yang diperkenalkan ternyata calon legislatif (Caleg) DPRD Padanglawas Utara (Paluta) 2019-2024 dari Partai Gerindra.

Informasi dihimpun Intinews.com, Kamis 31 Januari 2019, Sekretaris DPD Gerindra Sumut Robert L Tobing kepada wartawan mengatakan, partainya menunggu proses hukum yang menimpa PH.

PH disebut tersangka penadah puluhan unit kendaran roda empat berbagai merek dari tersangka berinisial EN. Menurut Robert partainya siap memberi bantuan hukum kepada PH. Namun sampai sekarang, PH belum menyampaikan permohonan bantuan ke partai.

Selain itu, Robert juga mengimbau jajaran DPC Gerindra Padanglawas Utara untuk memantau kasus yang menimpa PH. “Kalau peraturan KPU semestinya menunggu status inkrah, oleh karena itu kita tunggu dulu proses hukum ini,” sebutnya.

PH ikut terjaring saat Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara membongkar kasus penggelapan dan penipuan ratusan unit mobil. PH diduga sebagai satu di antara para penadah mobil yang dijual oleh EN (26), warga Batu Gula Kecamatan Batang Toru, Tapsel.

Konfrensi pers terkait penipuan ratusan mobil

Mobil-mobil itu dibelinya tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor dan hanya memiliki STNK . Saat ini, kendaraan itu berada di Rantauprapat, Labuhan Batu. Meski mengakui membeli kendaraan tanpa surat-surat yang lengkap, PH menyebut dia tidak tahu kalau mobil itu bermasalah.

Sebelumnya PH menyangka mobil yang dibelinya merupakan kendaraan menunggak kredit. Sementara PH mengenal EN oknum PNS di jajaran Pemko Padangsidimpuan. PH mengaku mobil-mobil berbagai merek itu dibelinya dengan harga di kisaran Rp 30 juta.

PH mengakui terus terang dirinya merupakan kader Partai Gerindra. Bahkan, ia sudah mendaftar sebagai calon legislatif DPRD Padanglawas Utara 2019-2024 melalui partai tersebut. Selain EN dan PH, petugas Polres Tapanuli Selatan juga menahan tiga orang tersangka lainnya yang disangka turut terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan ini.

Ketiganya adalah SMH (31) warga Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur, Padanglawas Utara, kemudian THD (23) warga warga Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur, Padanglawas Utara dan SK (41) warga Jalan Nenas Padangbulan, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.

Irwa mengatakan, tersangka EN akan dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHPidana. Sedangkan tersangka PH, SK, SMH dan THD ancam dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan Pasal 480 KUHPidana. *Inc-16-Inc-19