CATATAN TANTAWI PANGGABEAN

Tapsel-Intainews.com:Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara mengungkap sindikat penggelapan mobil rental. Polisi berhasil menangkap lima tersangka serta mengamankan delapan unit mobil berbagai merek (foto).

Kelima tersangka yang diamankan, EN (25), SM (31), PH (42), TH (23) dan SK (41). Barang bukti (Barbut) yang diamankan polisi adalah Honda Mobilio, Toyota Avanza, Luxio, Sigra, Innova Reborn, Toyota Rush TRD, Agya dan Pajero Sport. Selain itu turut disita Barbut stempel palsu atas nama perusahaan PLTA yang ada di wilayah Tapanuli Selatan.

Termasuk handphone, beberapa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), kontrak kerja sama sewa kendaraan, dan sepucuk senjata api. Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, didampingi Wakapolres Tapsel Kompol Jumanto, bersama Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan AKP Alexdander, menggelar konferensi pers Rabu 30 Januari 2019) terkait kasus 372 dan 378 mobil rental yang saat ini sedang ditangani Sat Reskrim Polres Tapsel.

Sebanyak 150 Unit Mobil yang digelapkan oleh para pelaku berada di wilayah hukum Polres Tapsel dan di wilayah hukum Polres Sibolga, Polres Tapanuli Tengah dan lainnya. Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan sedang mengembangkan kasus ini untuk memburu para pelaku lainya.

Modus operandi para pelaku yakni dengan dalih mengontrakkan mobil ke perusahaan dengan sewa 12 juta/bulan. “Modus Operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan merayu para pemilik mobil agar bersedia disewa kendaraannya untuk dipakai sebuah perusahaan PLTA tersebut,” kata Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib.

Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka sudah melakukan aksi penipuan ini sejak Juli 2018 hingga awal 2019. Polres Tapsel sudah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa kendaraannya disewakan untuk perusahaan PLTA itu.

“Masyarakat juga dipersilakan melihat mobil yang sudah kami sita,” kata Kapolres. Kasus penggelapan mobil rental ini mulai terkuak usai salah seorang warga berinisial E melapor ke Mapolres Tapsel beberapa waktu lalu. Korban berkisar ratusan orang.

EN selaku penjual mobil membantah ada oknum TNI maupun Polisi yang terlibat menjadi penadah mobil yang ia jual tersebut. “Saya jual 150 unit, tidak tahu lagi di mana-mana mobil itu sekarang,” katanya kepada wartawan.

Barang bukti surat-surat palsu yang disita Polres Tapsel

Kasus penipuan serta penggelapan ratusan unit kendaraan roda empat ini bermula dari laporan seorang warga berinial J pada awal 2019 lalu. Ia mengaku telah ditipu oleh seseorang yang bernama EN. Namun setelah ditelusuri, J bukan satu-satunya korban atas dugaan tindak penipuan dan penggelapan ini.

Menurut Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, tersangka EN menipu korban-korbannya dengan modus menawarkan kerjasama bidang transportasi. Kepada para korbannya, EN mengaku punya relasi pada salah satu perusahaan yang memegang proyek pembangunan PLTA di Tapanuli Selatan.

Ia pun mengiming-imingi para korbannya itu dengan uang berkisar belasan hingga puluhan juta per bulan jika bersedia menyerahkan kendaraan roda empat yang katanya akan disewakan kepada perusahaan tersebut.

“Modus operandi yang bersangkutan memberikan iming-iming atau pun memberi kesempatan untuk masyarakat dapat menggunakan atau memberikan kendaraan yang nanti akan disewakan kepada beberapa pengguna atau pegawai di PLTA. Kondisi ini sudah berlangsung Juli 2018 sampai 2019,” kata Irwa.

Irwa mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan delapan unit kendaraan roda empat sebagai barang bukti kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut. Menurut Irwa, total kendaraan yang digelapkan oleh tersangka EN lebih dari 150 unit. Melainkan sekitar 250 unit. Keberadaannya pun kini telah tersebar tak lagi hanya di wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan.

“Dari hasil pengembangan, kendaraan yang sudah jadi korban itu 250 unit yang locus delictinya bukan hanya di Tapanuli Selatan. Tapi ada juga seperti di Sibolga, di Riau dengan alasan atau modus yang sama, kendaraan itu akan digunakan disewakan di proyek di Tapanuli Selatan,” kata Irwa. *