Binjai-Intainews.com:IG yang ditetapkan jadi tersangka pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap jabatan Sekretaris Disdik Pemko Binjai. Dalam perkara DAK ini telah ditetapkan sebanyak 11 orang tersangka didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Binjai.

Informasi dihimpun Intainews.com, Selasa 29 Januari 2019, diduga ada permohonan jaminan atasannya di Pemko Binjai, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai, IG yang menyandang status tersangka kasus korupsi Alat Peraga Sekolah Dasar tidak ditahan.

Terhitung sudah enam bulan lebih hingga Selasa (29/1) IG masih menikmati gaji pasca penetapan pada Senin (16/7/2018) silam. Kabid Kepegawaian BKD, Hendra Januar mengatakan IG menerima gajinya karena tidak dilakukan penahanan.

Pemko Binjai melalui BKD tidak bisa menindak hingga memecat IG sebelum adanya hasil Inkrah di Pengadilan. “Masih menunggu putusan yang inkrah. Iya (menerima gaji) karena dia enggak ditahan. Kalau dia ditahan baru lah diberhentikan (gaji) sementara, ada diatur itu PP 11 Tahun 2014,” kata Hendra Januar.

Dari kepegawaian, ungkapnya lagi, menunggu dia bersalah atau tidak. “Bukan cerita pecat-pecat saja. Nunggu inkrah di PN,” tukasnya. Kepala Kejaksaan Negeri Binjai Kota Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar didampingi Kasi Intel, Erwin Nasution mengatakan proses berkas IG sudah selesai, dan dakwaan sudah dibuat.

Menurutnya IG tidak ditahan karena kooperatif dan IG juga jadi saksi atas tersangka terkait perkara DAK ini. Informasinya IG dapat jaminan dari atasannya sehingga tidak dilakukan penahanan pihak Kejaksaan Negeri Binjai.

Bahkan delapan PNS yang ditetapkan tersangka korupsi Dinas Pendidikan Pemko Binjai ini juga tidak dilakukan penahanan atas usul dan permohonan Sekretaris Dinas Daerah Kota Binjai. “Kita ada jaminan dari pihak atasan pimpinan IG supaya tidak dilakukan penahanan,” kata Kejari melalui Kasi Intel. *Ins-04-tmc