Nagan Raya-Intainews.com:Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Boby Putra Ramadan Sebayang didampingi Kapolsek Darul Makmur dan Kasubbag Humas di Aula Mapolres Nagan Raya mengadakan konfrensi pers terkait perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan dukun (foto).

Tersangka berinisial I (60) pekerjaan petani warga Desa Serba Guna Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Pihak kepolisian melakukan tindakan berdasarkan laporan korban NW (23) seorang mahasiswi warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Darul Makmur terkait kasus pencabulan atau pemerkosaan terhadap NW.

Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto, S.H., S.IK. melalui Kasat Reskrim mengatakan kejadian sekitar bulan Juli sampai Agustus 2018 lalu. Awalnya korban diajak oleh ibunya untuk melakukan pengobatan spiritual ke rumah tersangka akibat penyakit guna-guna yang dialami korban.

Sesampainya di sana korban disuguhi air putih yang sudah dibacakan doa. Dihari berikutnya korban datang lagi dan disuruh menginap di rumah tersangka. Sekitar pukul 23.30 WIB pelaku menyuruh korban masuk ke kamarnya dan mengajak korban untuk melakukan hubungan intim dengan modus agar penyakit guna-guna yang dialami korban bisa sembuh dan cepat mendapatkan jodoh.

Aksi bejat itu berulang-ulang dilakukan sebanyak 10 kali di rumah tersangka di Desa Serba Guna, Kecamatan Darul Makmur. Pada tanggal 24 Januari 2019 korban bersama calon suami korban melakukan pengecekan kesehatan ke puskesmas guna memenuhi syarat untuk menikah.

Saat dilakukan pengecekan kesehatan tim medis menyatakan bahwa korban hamil.
Kemudian korban langsung menceritakan kejadian yang dialaminya dan melaporkan ke pihak Kepolisian. Sampai saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Nagan Raya guna penyelidikan lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas berupa 1 (satu) lembar baju kemeja lengan panjang berwarna ping dengan motif garis biru, 1 (satu) lembar celana lee warna aqua, 1 (satu) unit BH warna hijau, 1 (satu) lembar celana dalam warna hitam, 1 (satu) lembar kain sarung warna hijau bermotif kotak dan 1 (satu) lembar kaos dalam berwarna hijau tua.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 48 dengan hukuman cambuk paling sedikit sebanyak 125 kali, paling banyak 75 kali atau denda paling sedikit 1.250 gr emas murni, paling banyak 1.750 gr emas murni dan penjara paling singkat 125 bulan, paling banyak 175 bulan jo pasal 33 ayat (2) qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat/pelecehan seksual. *Inc-09