Ilustrasi. Istimewa

Tabagsel-Intainews.com:Setelah oknum Lembaga Swadaya Masyarakat IMH (36) ditangkap polisi diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) di Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas), menurut Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) masih terus melakukan pengembangan.

Informasi dihimpun Intainews.com, Kamis 17 Januari 2019, masih ada yang buron.“Kita masih melakukan pengembangan kasus pemerasan Kepala Sekolah. Petugas terus memburu tersangka lainnya. Untuk Ketua LSM LI Tipikor Kabupaten Padanglawas berinisial D resmi kita jadikan DPO,” terang Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib melalui Kasat Reskrim AKP Antonius Alexander Putra kepada wartawan.

IMH ditangkap bersama barang bukti saat memeras kepala sekolah dasar di Kabupaten Padang Lawas, Dari tersangka petugas mengamankan sejumlah barang bukti, amplop berisi uang Rp 7 juta dan kartu pengenal berwarna merah LSM JPKP milik tersangka.

Pada Senin (7/1) pukul 9.00 WIB Tim Opsnal Polres Tapsel dipimpin Kanit II Ekonomi Ipda Aswin mendapatkan informasi, LSM LI Tipikor akan melakukan pemerasan terhadap seluruh kepala sekolah SD se-Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang Lawas.

Pemerasan dilakukan dengan cara membuat surat investigasi tindak pidana korupsi yang ditujukan kepada kepala sekolah. Selanjutnya meminta sejumlah uang kepada seluruh kepala sekolah. Apabila kepala sekolah tidak mau membriuang yang diminta, penyimpangan dana BOS, kasusnya dilanjutkan penegak hukum.

Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Antonius Alexander Putra mengatakan, sesuai pengakuan tersangka di hadapan penyidik, ternyata aksi ini tidak dilakukan sendiri. Tersangka IMH adalah suruhan dari ketua LSM LI Tipikor atas nama D yang masih buron.

Dari barang bukti yang diamankan, ada uang Rp 6,9 juta dari tiga amplop. Amplop pertama berisi uang Rp 3 juta, amplop kedua uang Rp 2 juta dan amplop ketiga uang Rp 1,9 juta. Amplop tersebut bertuliskan nama-nama SD. Selain uang petugas mengamankan 1 unit Handphone bermerek Oppo serta 1 unit mobil Inova. Inc-16