Nias, Intainews.com:Diduga akibat dendam, kepala Desa Tagaule, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara Benasokhi Zai alias Ama Seniman (41) dianiaya hingga tewas, Selasa (1/1). Kepala Desa Tagaule di aniaya dengan cara dibacok oleh ipar kandungnya AL alias AS (44) bersama dua putranya DL alias Def (18) dan OLalias Ot (15).

“Korban dibacok saat melewati rumah pelaku, dan ketiga pelaku sudah kita tangkap dan dijerat pasal 170 ayat 2 ke 3e dan atau pasal 351 ayat 2 dari KUHPidana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ucap Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik,MH, Rabu 2 Januari 2019.

Menurut penuturan Kapolres Nias (foto), para pelaku dan korban masih ada hubungan saudara. Istri korban adalah saudara kandung dari ALalias AS. Namun, pelaku dan korban sudah lama bertikai akibat korban pernah menombak dan melukai tangan pelaku serta pelaku tidak mendukung korban saat maju sebagai kepala desa.

Sehingga saat melintas di depan rumah pelaku yang juga abang iparnya, korban melontarkan kata kata sindiran yang membuat pelaku sedang berada di depan rumahnya emosi. Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil parang serta mengajak kedua putranya menghabisi korban yang sedang berada di jalan depan rumah pelaku.

Ketiganya menyerang korban dengan membacok korban di beberapa bagian tubuh korban hingga korban tewas di lokasi kejadian,” terang Kapolres Nias. Usai melakukan aksinya, ketiga pelaku kabur ke dalam hutan, tetapi setelah dilakukan pendekatan dan dibujuk, ketiganya menyerahkan diri dan kini ditahan.

Sebelum tewas dianiaya, korban dua hari sebelumnya atau tanggal 30 Desember 2018 sempat membagi bantuan kepada fakir miskin, janda, duda dan anak yatim piatu yang ada di desanya. *Inc-12