Cecep Sobandi, tersangka dugaan pemerasan melibatkan Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar

Jakarta-Intainews.com:Tahanan kasus korupsi yang ditangani KPK mulai diborgol. Ini sesuai dengan rencana KPK memborgol para tahanan mulai tahun 2019,  sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya.

Pantauan wartawan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 2 Januari 2019), salah satu tahanan KPK, Cecep Sobandi (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur), terlihat diborgol saat dibawa untuk menjalani pemeriksaan.

Cecep merupakan salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar. Hari ini, Cecep diperiksa sebagai saksi untuk Irvan.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu (12/12) lalu. KPK kemudian menetapkan 4 orang sebagai tersangka dugaan pemerasan.

Para tersangka ialah Irvan selaku bupati, Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, dan Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan. Keempatnya kini telah ditahan KPK.

Irvan diduga memeras kepala SMP di Cianjur terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan senilai Rp 46,8 miliar. Dana itu kemudian dipotong sebesar 14,5 persen oleh Irvan dan sejumlah pihak lain. Sementara itu, jatah untuk Irvan secara pribadi adalah 7 persen dari total DAK atau sekitar Rp 3,2 miliar.

“Untuk penindakan, sebagaimana telah diputuskan Pimpinan, KPK meningkatkan pelaksanaan pengamanan terhadap para tahanan KPK. Aturan tentang pemborgolan untuk tahanan yang keluar dari rutan mulai diterapkan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan Rabu (2/1). *dnc