Nias-Intainews.com:Pelaku penganiayaan terhadap dua auditor BPK RI perwakilan Sumatera Utara yang sedang bertugas di Nias Utara, Sumatera Utara, Rabu 12 Desember 2018 yang lalu ditahan penyidik Polisi Resor Nias. Tersangka OL (foto) ditahan usai diperiksa penyidik di Mapolres Nias, Sumatera Utara, Kamis (27/12).

“Kita telah menahan satu pelaku penganiyaan terhadap dua audito BPK RI prrwakilan Sumatera Utara saat bertugas di Nias Utara, dan kini tersangka OL(36) kita tahan di sel tahanan Polres Nias,” terang Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik, MH melalui Ps Paur Humas Bripka Restu Gulo, Jumat 28 Desember 2018.

Dari Bripka Restu diketahui jika tersangka dikenakan pasal Pasal 214 dari KUHP dan atau Pasal 170 ayat (1) KUHP atau Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Tersangka diduga secara bersama-sama melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain atau melakukan penganiayaan kepada seorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaan yang sah.

“Tersangka kita tahan berdasarkan laporan Jamanna Sembiring alias Jaman dengan nomor laporan polisi LP/345/XII/2018/ NS tanggal 12 Desember 2018, dimana Jamanna Sembiring alias Jaman dan rekannya Sandro Simatupang auditor BPK RI perwakilan Sumatera Utara dianiaya Ododogo Lase bersama empat warga lainnya,” terangnya.

Korban dianiaya ketika sedang melakukan audit proyek rumah apung di lokasi objek wisata pantai Tureloto, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Rabu 12 Desember 2018. Meskipun telah memperkenalkan diri dari BPK RI, kedua korban tetap diusir dan dianiaya para pelaku karena tidak mau meninggalkan lokasi proyek yang akan diaudit. *Inc-2.