Johar Lin Eng Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Polri, Argo Yuwono membeberkan jika Johar Lin Eng bisa terancam hukuman penjara di atas lima tahun. Johar telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap (pengaturan skor) sepak bola Indonesia pada Kamis 27 Desember 2018 sore.

“Bisa dikenakan pasal penipuan, penggelapan, dan suap. Ancamannya bisa di atas lima tahun,” katanya ketanya pada watawan. Aturan yang bisa menjerat Johar yang dimaksud Argo adalah Pasal 378 KUHP, dan atau Pasal 372 KUHP, dan atau UU RI No.11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap, dan atau pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Ditetapkannya Johar sebagai tersangka berawal dari penangkapan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Kamis 27 Desember 2018 pagi pukul 10.12 WIB. Usai ditangkap Johar digelandang ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan, hingga pada sore harinya ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Johar, kepolisian juga telah menangkap dua terduga tersangka, Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari. Priyanto merupakan eks anggota Komisi Wasit, sementara Anik yang digadang-gadang merupakan putrinya adalah wasit futsal profesional yang telah mengantongi lisensi wasit futsal sejak 2015.

“Kami sedang mendalami Tersangka J (Johar) ini perannya apa, motifnya apa, serta hubungan dengan pelaku lain apa. Semua masih pendalaman oleh penyidik,” lanjut Argo. Terkait penangkapan Johar, PSSI selaku organisasi yang menaunginya berjanji bakal menghormati segala proses yang ada.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi berjanji federasi yang ia pimpin akan mengikuti proses hukum yang sedang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri terhadap Johar Lin Eng. Oleh kepolisian, Johar terbukti terlibat dalam kasus pengaturan skor yang terjadi di kompetisi Liga 3.

Nama Johar awalnya mencuat lewat kesaksian manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani dalam program Mata Najwa, Rabu (19/12). Lasmi menyebut Johar-lewat sejumlah perantara—meminta klubnya menyetor sejumlah uang demi iming-iming terus melangkah untuk promosi ke Liga 2.

Setidaknya dalam satu dekade terakhir, sosok Johar sebenarnya sering muncul ke pemberitaan ketika terjadi sejumlah masalah dengan sepakbola Indonesia. Karenanya Johar kental dengan orang-orang yang berada dalam gerbong La Nyalla. Apalagi saat itu dirinya juga menjabat ketua Forum Pengprov PSSI (FPP) se-Indonesia yang dituding mengajak sejumlah Asprov untuk mengikuti La Nyalla ke KPSI. *ipc-tid