Irjen Agus Andrianto. Foto Istimewa

Langkat-Intainews.com:Kapolda Sumatra Utara Inspektur Jenderal Polisi Agus Andrianto mengatakan, pihak masih terus menyelidiki kasus pembakaran kitab suci Alquran di sekitar Masjid Nurul Huda, Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di kasus ini, sudah sepuluh orang saksi diperiksa.

“Untuk mengetahui siapa pelaku pembakaran Alquran tersebut,” kata Agus, usai pemaparan kasus yang ditangani Polda Sumut, di Mapolda, Kamis 27 Desember 2018. Pelaku pembakaran Alquran, ungkap Kapoldasu, masih dicari aparat kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kasus tersebut diusut hingga tuntas, dan pelaku pembakaran Alquran agar diberikan sanksi hukum yang tegas,” ujar Agus. Dia meminta kepada masyarakat dan ormas tetap menjaga kondusivitas Langkat, dan jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar. “Warga jangan sampai terpancing di air keruh, sehingga dapat mengganggu stabilitas keamanan di Langkat,” ucap Kapolda Sumut.

Sebelumnya, Senin (24/12) telah terjadi pembakaran 20 kitab Alquran, dan 18 terbakar. Sedangkan dua lagi belum sempat terbakar. Alquran itu sebelumnya dipergunakan untuk proses belajar di Taman Pembacaan Al Quran.

Warga Stabat menyebut pembakar Alquran itu sebagai orang tak dikenal (OTK). Untuk segera dapat membekuk pelakunya, dilangsungkan rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral, terdiri dari Pemerintah Kabupaten Langkat, Polres Langkat, Dandim 0203/Langkat serta para ulama, tokoh agama/masyarakat dan organisasi Islam se-Langkat, di Kantor MUI Kabupaten Langkat, Rabu 26 Dember 2018.

MUI menyerahkan masalah hukum atas pembakaran Alquran ke pihak Kepolisian. Karena pihaknya yakin dan percaya Polres Langkat dapat mengungkap kasus ini dengan segera. *Inc-21