Humas PN Gunungsitoli Taufiq Noor Hidaya,SH

Nias-Intainews.com:Bupati Nias DrsSokhiatulo Laoli,MM dua kali tidak penuhi panggilan annmaining oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli. “Benar kita sudah dua kali memanggil Bupati Nias untuk proses annmaining, tetapi tidak pernah dihadiri,” ucap Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli melalui Humas Pengadilan Negeri Gunungsitoli Taufiq Noor Hidaya,SH, Senin 24 Desember 2018.

Menurut Taufiq, pemanggilan Bupati Nias untuk proses annmaining terkait
gugatan Werlim Awi selaku Direktur PT Citra Asean Utama. Werlim menggugat Bupati Nias terkait ganti rugi proyek jembatan Muzoi dan ruas jalan di desa Lasara Tanoseo, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Proyek yang ditangani Werlim sebagai direktur PT Citra Asean Utama berstatus force majeur karena dihantam bencana banjir. Humas Pengadilan Negeri Gunungsitoli juga menjelaskan jika annmaining adalah proses menyampaikan peringatan kepada Bupati Nias terkait proses eksekusi atas putusan pengadilan.

Diketahui akan dilakukan proses eksekusi dan Bupati Nias sebagai tergugat tidak memiliki upaya hukum lain. “Dia tidak hadir itu haknya, kita sudah melakukan panggilan untuk annmaining dua kali dan Pengadilan Negeri Gunungsitoli sudah bisa melakukan eksekusi,” ungkap Taufiq.

Namun, Taufiq mengatakan, Pengadilan Negeri akan memanggil Bupati Nias satu kali lagi, jika tidak diindahkan, maka ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli akan menyiapkan proses eksekusi. “Kita tinggal menunggu waktu untuk koordinasi internal dan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengakui belum menghadiri proses annmaining sesuai panggilan Pengadilan Negeri Gunungsitoli. Dia mengaku mengutus perwakilannya terkait rencana eksekusi pembayaran ganti rugi proyek yang dilanda banjir sesuai putusan pengadilan.

“Kami hanya berupaya mengamankan dana agar dapat dipergunakan secara efektif bagi pembangunan, jika putusan hukum memerintahkan bayar kami tentu akan menaati,” ucapnya. Werlim yang ditemui sebelumnya juga berharap Bupati Nias kooperatif serta mempermudah proses eksekusi dan pembayaran kerugiannya.

“Kita meminta Pengadilan Negeri Gunungsitoli untuk tegas menjalankan annmaining, dan segera melaksanakan eksekusi dana,” harapnya. Untuk diketahui, gugatan Werlim Awi kepada Pemkab Nias berawal dari perjanjian pemborongan jembatan Muzoi dan ruas jalan Lasara bernomor 623/07/PPP/DAU/PU. BM/2009.

Dalam proses pengerjaan, hujan deras turun menyebabkan sungai Muzoi meluap dan menghayutkan material yang sempat terpasang. Proyek tersebut ditetapkan menjadi force majeur atau kejadian di luar kemampuan manusia, sehingga Werlim menggugat Pemkab Nias beserta beberapa pejabat termasuk Bupati Nias.

Pada putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli nomor 20/Pdt.G/2018/PN Gunungsitoli yang dikuatkan putusan Mahkamah Agung, tergugat Bupati Nias yang juga menjadi turut terbanding IV dihukum membayar kerugian Werlim sebesar Rp 1.204.845.660. *Inc-12