Ilustrasi, penganiayaan. Istimewa-2

Gunungsitoli-Intainews.com:Auditor BPK RI perwakilan Sumatera Utara dianiaya saat melaksanakan tugas audit di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, baru-baru ini. Kedua korban Jammana Sembiring alias Jaman (38) dan Sandro Simatupang (34) telah melaporkan penganiayaan yang mereka alami di Mapolres Nias, Sumatera Utara pada hari yang sama.

Berdasarkan surat tanda penerimaan laporan korban Jammana Sembiring alias Jaman dengan nomor LP/345/XII/2018/NS diketahui jika yang dilaporkan bernama Ododogo Lase, SH (40) dan kawan kawan.

Kedua korban berada di lokasi penganiayaan atau Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Nias Utara dalam rangka dinas. Korban saat kejadian akan melakukan audit terhadap proyek Dinas Pariwisata yang ditangani pelaku penganiayaan yang ada di lokasi tersebut.

Namun ketika kedua korban sedang melakukan tugas, mereka diusir oleh OL, sehingga terjadi perdebatan yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap kedua korban.

Kapolres Nias AKBP. Deni Kurniawan, S.Ik, MH, Jumat 15 Desember 2018 membenarkan ada dua auditor BPK RI perwakilan Sumut yang melapor karena dianiaya di Nias Utara usai melaksanakan tugas. “Benar, keduanya telah melapor, Rabu kemarin, dan kini kasusnya sedang kita selidiki,” ucapnya.

Kapolres Nias memberitahu, identitas keempat pelaku penganiayaan telah diketahui, tetapi dia saat ini enggan mengungkapkan karena penyelidikan dan menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Dari penuturan Kapolres Nias diketahui, penganiayaan terhadap auditor BPK RI terjadi di sekitar lokasi objek wisata pantai Tureloto, Kabupaten Nias Utara, Rabu (12/12). Kala itu kedua korban ditemani pegawai Pemkab Nias Utara mampir di lokasi wisata pantai Tureloto usai melakukan audit di beberapa lokasi proyek yang ada di Nias Utara.

“Saat mampir dan istirahat, keduanya melihat ada proyek pembangunan, lalu keduanya mendekati proyek tersebut untuk sekadar melihat pengerjaannya,” jelas Kapolres.

Saat mengamati proyek tersebut, tiba tiba beberapa warga mendekati dan mengusir kedua korban, sehingga sempat terjadi perdebatan dan kedua korban dianiaya para pelaku.

“Kasus ini menjadi atensi kita dan kita belum bisa memastikan luka yang dialami kedua korban karena visum belum keluar, tetapi saat melapor kita melihat secara kasat mata ada memar di leher korban,” jelasnya. *Inc-12