Terpidana Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Foto Istimewa

Wawan pura-pura sakit, naik ambulans keluar dari lapas Sukamiskin, kemudian tukar mobil buat ke hotel dan tidur bersama teman wanitanya

Intainews.com:Selain uang yang banyak, akal-akalan dan kongkalikong menjadi penting untuk bisa mulus mendapat fasilatas mewah di Lapas Sukamiskin Bandung dan keluar untuk bermalam bersama wanita panggilan di hotel mewah. Begini caranya, sebagaimana dilakukan terpidana Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

Informasi dihimpun Intainews.com Senin 10 Desember 2018, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyebutkan bagaimana Wawan menyalahgunakan izin ke luar lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat itu. Caranya Wawan dibantu oleh asisten pribadinya, Ari Arifin yang dulu juga pernah menjadi penghuni Lapas Sukamiskin.

“Setelah Ari Arifin keluar dari penjara (selesai menjalani masa hukuman) selanjutnya Ari Arifin ‎bertugas membantu segala kebutuhan Wawan,” ungkap jaksa saat membacakan dakwaan Wahid Husein, eks kalapas Sukamiskin yang disuap oleh Wawan, Rabu (5/12) di Pengadilan Tipikor Bandung.

Masih sesuai surat dakwaan, tugas Ari Arifin yakni mengurusi makanan Wawan, berkoordinasi dengan pihak luar yang ingin bertemu dengan Wawan hingga mengurus izin keluar dari Lapas. Seperti izin berobat dan izin luar biasa ke terdakwa Wahid Husein selaku Kalapas saat itu melalui Hendry Saputra, staf Wahid Husein.

Menurut Jaksa, Maret 2018-Juli 2018, terdakwa Wahid Husein telah memberikan kemudahan pemberian izin ke Wawan selama beberapa kali antara lain 5 Juli 2018 dalam bentuk izin luar biasa dengan alasan mengunjungi ibunya yang sakit di Serang.

Padahal terdakwa Wahid Husein mengetahui Wawan sengaja keluar dari Lapas untuk menginap di Hotel Hilton Bandung selama dua hari. Terdakwa juga memberikan kemudahan izin keluar lapas dalam bentuk izin berobat ke Rumah Sakit pada 16 Juli 2018 dengan alasan berobat di Rumah Sakit Rosela Karawang, padahal terdakwa mengetahui izin itu disalahgunakan oleh Wawan untuk menginap di luar lapas.

“Caranya mobil ambulance yang dibawa Ficky Fikri (staf Keperawatan Lapas Sukamiskin) tidak menuju ke R‎umah Sakit Rosela melainkan hanya mengantar sampai di parkiran Rumah Sakit Hermina Arcamanik Bandung. Sampai di parkiran rumah sakit Hermina, Wawan pindah mobil,” papar jaksa KPK.

Wawan pindah ke mobil Toyota Innova warna hitam yang dikendarai Ari Arifin yang telah menunggunya lanjut pergi ke rumah milik Ratu Atut, kakak perempuan Wawan di Jalan Suralaya IV Bandung. Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali ke Hotel Grand Mercure Bandung.

Di sana Wawan menginap di hotel bersama teman wanitanya. Diketahui, dalam ‎perkara ini Wahid Husein didakwa menerima hadiah berupa uang dan barang dari warga binaan (narapidana) Lapas Sukamiskin.

Sebagian besar penerimaan itu diterima Wahid Husein melalui Hendry Saputra selaku staf umum merangkap sopir Kalapas Sukamiskin yang dilakukan penuntutan secara terpisah.

Jaksa juga mengungkap suap dimaksudkan agar para narapidana mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam lapas termasuk penyalahgunaan dalam pemberian izin keluar dari lapas yang bertentangan dengan kewajiban Wahid Husein selaku Kalapas.

Atas perbuatannya, ‎Wahid Husein didakwa melanggar Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 11 Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koruppsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP. *tnc