Febri Diansyah. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Soal dugaan suap yang dilakukan mantan Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho terhadap anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, dari 38 yang dijadikan tersangka oleh KPK ada yang sudah ditahan, ada yang sudah mulai disidangkan, ada pula yang lenyap.

Informasi dihimpun Intainews.com, Rabu 28 November 2018, dari para tersangka, yang ditetapkan April 2018 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), satu dari tiga yang belum ditahan telah dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Menurut Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah, Ferry Suando Tanuray Kaban dari Partai Bulan Bintang belum diketahui rimbanya.

Menurut keterangan tertulis Febri, Selasa 27 November 2018, dari 38 tersangka sebanyak 35 di antaranya telah berstandar tahanan. Dua nama terakhir yang ditahan adalah Tonnies Sianturi dan Tohonan Silalahi.

KPK telah mengingatkan agar Ferry yang sudah dipanggil penyidik berkali-kali namun tidak hadir segera menyerahkan diri. Namun tidak diindahkannya. “KPK telah mendatangi pihak keluarga. Saat itu keluarga menyampaikan pada tim bahwa tidak ada komunikasi antara tersangka dengan keluarga,” ujar Febri.

KPK mengingatkan pihak-pihak yang menyembunyikan informasi dan keberadaan seorang DPO atau memberikan keterangan palsu terkait hal tersebut, ada resiko pidananya. Dapat dijerat dengan Pasal 21 dan Pasal 22 UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara 3 hingga 12 tahun.

Selain itu, ungkap Febri, pelaku yang tidak koperatif dan melarikan diri dipastikan tuntutan kepadanya lebih tinggi dari tersangka yang koperatif. Ancaman pidana untuk penerimaan suap adalah 4 sampai 20 tahun penjara.

“Tidak ada gunanya tersangka FST melarikan diri dari proses hukum, lambat atau cepat pasti akan ditemukan,” tegas Febri. Dengan bantuan Polri dan masyarakat, terangnya, KPK terus melakukan pencarian terhadap keberadaan Ferry.

Justru jika terus melarikan diri, hal itu akan menjadi beban baginya dan keluarganya. Diingatkan agar dia koperatif dan segera menyerahkan diri ke KPK.
Dari jumlah 38 tersangka, proses penyidikan terhadap 12 diantaranya telah selesai. Berkasnya telah dilimpahi ke jaksa penuntut umum.

Dari jumlah itu lima diantaranya telah menghadapi persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Secara bertahap tersangka lainnya juga akan menjalani proses serupa. Terkait seorang dari 38 tersangka yang mengajukan diri kepada penyidik menjadi justice collaborator (JC) yakni Sopar Siburian, pengajuan tersebut sedang dalam proses pertimbangan.

“Pada dasarnya KPK menghargai pengajuan JC, yang bersangkutan selama ini cukup koperatif dan telah mengembalikan uang yang diduga pernah ia terima yaitu sekitar Rp202.500.000,-,” papar Febri.

Selanjutnya diketahui, total jumlah uang yang pernah diterima para tersangka dari Gatot Pujo Nugroho telah dikembalikan ke KPK adalah sekitar Rp7.656.500.000,-. “Sikap koperatif ini pasti akan dipertimbangkan sebagai alasan meringankan dalam proses hukum,” ungkap Febri. **Inc-04-mbc