Agus Rahardjo. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebut Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat korupsi. Salah satunya, paling banyak terjangkit virus korupsi ini adalah kepala daerah.

Bahkan, Agus berkelakar jika kondisi darurat korupsi ini berlanjut dan sumber daya milik KPK memadai, bukan tidak mungkin penangkapan melalu OTT terjadi setiap hari. “Kalau KPK tenaganya cukup hari ini, kita melakukan OTT tiap hari bisa,” tukasnya.

“Kalau kita lihat, mendesak dan gentingnya saya perlu laporkan ke bapak ibu dan Menteri Hukum dan HAM, kalau KPK tenaganya cukup hari ini, kita OTT tiap hari bisa,” ujar Agus di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Selasa 27 November 2018.

KPK mendesak Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan peraturan pengganti undang-undang (Perppu) terkait Tipikor. Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan bahwa Perppu itu nantinya akan menjadi perubahan terhadap UU 31/1999 tentang Tipikor yang selama ini berlaku.

Agus menduga masih banyak kepala daerah dan pejabat negara yang masih melakukan tindak pidana korupsi. Hal itu dibuktikan KPK dengan gencarnya melakukan OTT dalam beberapa tahun belakangan ini. “Jadi kegentingannya kalau kita punya orang hari ini, yang namanya penyelenggara negara bisa habis hari ini, karena ditangkapi, kita harus segera berubah,” tuturnya.

Agus berharap masyarakat juga perlu masuk dalam UU Tipikor. Menurut dia, agar tenaga KPK cukup untuk melakukan OTT setiap hari, masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam pencegahan dan penindakan korupsi.

“Kalau baca UU Tipikor pasal 8, yang sebetulnya perlu masuk UU Tipikor yaitu peran serta masyarakat. Di situ, disampaikan peran masyarakat dalam negara merupakan hak dan kewajiban untuk mewujudkan penyelenggara negara bebas KKN. Itu esensinya penting karena selama ini penegak hukum yang bergerak, masyarakat belum bergerak,” jelas Agus. *mdc-rmc