Rooslyna Marpaung-Fadly Nurzal-Rinawati Sianturi. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Dari 38 jumlah anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2013-2015 yang dijadikan tersangka suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho, lima mulai disidangkan di Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu 21 November 2018.

Mantan DPRD Sumut yang yang disidang adalah Rijal Sirait (59), Fadly Nurzal (46), Rooslynda Marpaung (49), Rinawati Sianturi (38) dan Tiaisah Ritonga (49).
Dalam salinan dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum dari KPK,

sebagamana siaran pers juru bicara KPK, Ferbri Dansyah, disebutkan akibat tindakannya menerima suap, mereka didakwa melanggar pasal 5 angka 4 dan angka 6 UU No. 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, pasal 327 ayat (3) UU No. 27/2009 tentang MPR, DPD, DPR dan DPRD, pasal 350 UU No. 17/2014 tentang MPR, DPD, DPR dan DPRD sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 42/2014.

Penyerahan uang berlangsung di sejumlah tempat. Di antaranya di kantor DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, di depan Warung Ijo di Jalan Doktor Mansur, di depan Masjid At-Thoyibah di Jalan Multatuli, di Bank Mandiri di Lapangan Merdeka, di rumah Fadly Nurzal, di Mall Epicentrum dan di Hotel Sibayak.

Penerimaan uang suap kepada anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 adalah terkait pengesahan Laporan Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan (LPJP) APBD 2012, persetujuannya PAPBD 2013, pengesahan APBD 2014 dan pengesahan APBD 2015.

Khusus kepada Rinawati dan Tiaisah yang kembali menjabat Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019, keduanya juga dituduh menerima suap untuk pengesahan LPJP 2014. Besar uang suap yang diterima masing-masing terdakwa adalah, 1. Rijal Sirait, Rp 477,5 juta, 2. Fadly Nurzal, Rp 960 juta, 3. Rooslynda Marpaung, Rp 885 juta, 4. Rinawati Sianturi, Rp 505 juta, 5. Tiaisah Ritonga, Rp 480 juta. *Inc-04