Reminggo Yolando Berutu

Medan-Intainews.com:Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Reminggo Yolando Berutu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan dan pendalaman kasus suap proyek pekerjaan umum Bupati tersebut.

KPK juga mendalami antara kasus suap Reminggo terkait dengan penghentian kasus dugaan korupsi istrinya, Made Tirta Kusuma Dewi. KPK menduga uang suap yang diterima Remigo salah satunya untuk menghentikan kasus istrinya itu.

“Akan didalami oleh penyidik relevansinya seperti apa. Sudah pasti itu harus dilihat detail fakta-fakta yang terkait dengan wewenang KPK,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada waetawan Selasa (20/11).

Istri Bupati Pakpak Bharat, Made Tirta Kusuma Dewi terjerat kasus dugaan korupsi dana kegiatan peranserta tim penggerak PKK Kabupaten tahun 2014. Kasus tersebut awalnya ditangani oleh Polres Pakpak Bharat.

Sebagaimana dilansir Republika.co.id Selasa (20/11) kasus itu kemudian dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara, pada awal 2018. Namun, kasus dugaan korupsi itu telah dihentikan Ditreskrimsus pada pekan lalu dengan alasan Kusuma Dewi telah mengembalikan uang sebesar Rp 143 juta.

Sementara dalam kasus suap yang menjerat Reminggo Yolando Berutu tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Reminggo, Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali dan seorang Swasta bernama Hendriko Sembiring. Namun, pemberi suap tersebut masih didalami oleh KPK.

Diduga uang Rp 150 juta diberikan dari David kepada Reminggo terkait dengan honor pelaksanaan proyek di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat yang diduga berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat pada dinas masing-masing.

Reminggo juga diduga menginstruksikan kepada para Kepala Dinas untuk mengamankan semua pengadaan proyek. Dari kasusnya itu Reminggo diduga menerima pemberian-pemberian lainnya terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat melalui para perantara dan orang dekatnya yang bertugas untuk mengumpulkan dana. Total Reminggo diduga menerima sebesar Rp 550 juta dari para perantara. *Inc-06